Cerpen Pendidikan Terbaik Untuk Anak 2018/2019

Posted on

Novelrw.ComCerpen Pendidikan Terbaik Untuk Anak 2018/2019 – Tersenyum manis saat melihat Ibu dan Ayah dari Jauh ya itulah hal yang paling merindukan setelah lama hidup di perantauan. Akhirnya bisa kembali pulang segera saya lemparkan tas jinjing ku dan bergegas untuk menghampiri Ibu dan Ayah segera memeluknya, 6 bulan lamanya saya tidak pulang kampung karena disibukan bersama aktivitas kuliah, menunggu libur semester untuk pulang.

Apalagi saat ini adalah liburan panjang karen Libur genap lebih dari sebulan lamanya, masa liburan itu ku gunakan untuk bersenda gurau bersama keluarga terutama orang tua, orang tua ku selalu antusias menanyakan perilahal kuliah, selama satu semeter apa saja yang saya lakukan dan kegiatan apa saja yang sudah dilakukan. Mereka nampak mendengarkan seluruh cerita ku meski saya tidak berhenti-henti mengoceh.

Cerpen Pendidikan Terbaik Anak

Itulah yang dilakukan orang tua ku selain menanyakan kabar jika bersama ia selalu melakukan komunikasi, tidak pernah sekalipun wajah mereka terlihat tidak menyukai cerita ku, selalu saja mereka mendengarkan bersama antusias meski terkadang cerita ku tidak penting namun itulah yang membuat saya bahagia saat bertemu bersama orang tua bisa berbagi cerita, kita sebagai anak juga perlakukan baik orang tua membuat kita didengarkan.

saya hidup diera yang serba maju dimana anak muda saat ini disibukan bersama gadget, banyak orang lebih memilih gadget ketimbang bersenda gurau bersama keluarga. Namun itu tidak terjadi pada keluarga kami, orang tua ku tidak pernah melarang ku menggunakan ponsel kapan pun dan dimana pun mereka tidak pernah membatasi kami sebagai anak untuk menggunakan ponsel.

Namun jika sudah berkumpul bersama keluarga dirumah gadget ditangan lepas bersama sendirinya akibat kepiawaian orang tua kami dalam mendidik kami, mereka selalu bisa menciptakan suasna yang hangat, bahkan saat kami bersama lebih asyik ngobrol bersama ketimbang bermain ponsel atau asyik sendiri, beliau tidak pernah marah saat kami bersama bermain ponsel.

Beliau selalu bisa membuat kami merasa didengarkan atas seluruh cerita yang kami punya entah itu cerita penting atau hanya guyonan semata saja, tidak hanya orang tua saya memiliki satu orang kakak dan satu orang adik perempuan, tetap saja kalau sudah ngumpul seluruh gadget lepas bersama sendirinya dan asyik bersama obrolan kami. Itulah yang saya cermati dari orang tua saya.

Berbeda bersama kehidupan sekarang dimana anak lebih suka bermain gadget sendiri ketimbang melakukan interaksi bersama keluarga, mereka lebih suka chating dan membuka medsos ketimbang kumpul keluarga. Sebenarnya tidak ada yang salah, bahkan kehidupan modern tidak akan mempu merubah secara keseluruhan hidup kita jika orang tua mengerti bagaiman cara untuk melakukan kegiatan bersama.

Anak bukan tidak mau mengobrol tetapi, tidak hanya anak orang tua jaman sekarang cenderung kaku dan sulit menciptakan suasana hangan, anak selalui ingin mereka didengarkan, kemudian perlu topik hangat untuk sekedar mengobrol, itulah sebabnya mereka lebih menyukai medsos dari pada konsisi sosial keuarga. karena dari Mendsos mereka merasa lebih didengar dan dihargai bersama banyak mendapatkan like atau hati atau komen membuat anda merasa lebih diakui oleh orang lain ketimbang interaksi langsung.

Tidak jangan anak jaman sekarang jika sudah lepas gadget dan disuruh ngobrol pasti akan bingung dan hanya diam saja, padahal jika kita sadiri bersama tidak hanya anak yang harus berperan aktiv tetapi orang tua juga harus mempu menciptakan suasana bersama lebih menarik dari sekedar media sosial. Beruntung saya hidup bersama orang tua yang selalu bisa membuat kami bercerita ketimbang chat mendoses. Membuat seluruh obrolan menjadi menarik.

Seperti contoh saat kami sudah membahas mengenai kuliah selalu saja ada celotehan lucu dari mereka entah itu Ibu, Ayah kakak ataupun adik ku, seluruh terasa sangat indah tidak ada yang bisa menggantikan kebersamaan itu entah itu media sosial atau apalah namanya. Itu adalah cerita ku beberapa tahun lalu bahagia bersama keluarga. Namun sekarang kami sudah memiliki jalan sendiri-sendiri belajar untuk menjalani hidup mandiri bersama keluarga kecil kami.

Kami tiga bersaudara dan semuanya sudah menikah, tentu sudah memiliki anak masing-masing alhamdulliha saya dikarunia seorang anak laki-laki yang sangat lucu berusia 9 bulan. Perjuangan saya baru saja dimulai, entah kebiasaan yang sudah kami jalani dirumah bisa diterapkan pada keluarga kecil kami atau malah sebaliknya. Ironi keluarga sekarang saat bersama di ruang tamu mereka hanya asyik sendiri bersama gadget entah itu Ayah, Ibu ataupun Anak.


Moment ngbrol sering kali tidak lagi membudaya, bahkan orang tua harus marah dulu baru kita tidak bermain gadget. Sebagai orang tua baru saya sangat kwatir bersama kondisi itu, meski orang tua ku sudah berhasil mendidikan kami bersama baik, belum tentu saya bisa mendidik anak ku sama seperti orang tua ku dulu. Namun meski kami sudah menikah orang tua ku selalu memberikan contoh mereka tidak pernah memberikan teori mengenai mendidik anak bersama baik.

Hanya saja mereka langsung memberikan contoh kepada anak, dari sana saya mulai belajar sebagai orang tua baru, harus sejak dini memberikan contoh bersama baik, saya juga akan sama tidak akan melarang anak untuk tidak bermain gadget saat bersama tetapi yang lebih ditekankan adalah memberikan stimulus berupa menyediakn obloan yang menarik membuat anak didengarkan dan merasa diperhatikan.


Maka bersama sendirinya anak akan lebih tertarik ngobrol bersama orang tua ketimbang bermain gadget, tentu diselingi bersama candaan dan gurawan yang khas dari keluarga kami, itu yang saya dapatkan dari orang tua mengenai bagaimana  mendidikan akan, jangan salahkan anak yang salah ketetapi tanyakan kepada orang tuanya sudah memberitahu cara yang benar. Tidak hanya cukup sampai disitu saja pendidikan terbaik adalah tauladan bagi anak-anak.


Pesan dari orang tua untuk ku adalah jangan pernah menasehati anak bersama berbagai teori yang rumit, nasehatilah mereka bersama contoh sederhana yang lansgung kita terapkan sebagai orang tua. Itulah yang ingin saya lakukan sejak usianya 9 bulan saya selalu saja menyempatkan waktu untuk sekedar bermain bersama bersama buah hati, meski terkadang kesibukan saya selalu disibukan untuk bekerja.

Begitu juga bersama istri ku, kami tidak ingin mengabaikan anak karena perkejaan, kami sadar kami bekerja untuk Anak jangan sampai hal tersebut membuat anda diabaikan, sebagai orang tua itu yang sangat saya inginkan menjadi seperti orang tua ku, yang sudah membuat kami berhasil sampai sekarang terima kasih Ibu dan Bapak yang telah mendidik kami menjadi anak yang berhasil tidak hanya berhasil dalam karir namun berhasil dalam menjaga kehangatan keluarga.

Meksi saat ini Ibu ku sedang sakit keras karena penyakit yang dideritanya, saya ingin ia tetap terus sehat, Tumor Payudara yang terus menjalar keseluruh tubuhnya membuat beliau semakin hari semakin memprihatinkan namun ia tidak ingin melihat kami bersedih, tidak pernah sekalipun beliau merasa kesakitan didepan kami beliau selalu bisa menyimpan seluruh rasa sakit itu sampai sekarang, Padahal dibelakang kami ia merintih kesakitan sampai kedalam tulang.

saya sering melihat beliau bersama sembunyi, terlihat jelas rasa sakit akibat penyakit yang perlahan menggerogoti tubuhnya, kami sebagai anak terutama saya selalu saja mengajak beliau kerumah sakit, namun tidak pernah mau karena beliau takut untuk berobat dokter, seperti kita ketahui bahwa penyakit itu akan terus perlahan menghabisi bagian-bagian tubuh.


saya sering sekali marah karena menginginkan orang tua ku bisa berobat kerumah sakit tetapi jawaban Ibu selalu Sama, Ibu sudah semakin membaik tidak perlu ke dokter. Sampai saat ini sudah sekitar 2 tahun Ibuku menderita penyakit itu, selalu ada saja rasa bahagia dan sedih tiap-tiap kali mengingat orang tua, mereka tetap konsisten menjaga cara hidup agar layak ditiru oleh anak-anaknya yaitu kami.


Tidak sekali saat saya mengingat Ibu, air mata ini jatuh perlahan tidak sadar, mengapa harus orang tua ku yang diberikan cobaan begitu besar oleh tuhan, mungkin Tuhan menyayangi beliau, entah sampai kapan orang tua ku tidak mau dibawah kerumah sakit, Tuhan saya hanya bisa berdoa semoga engkau selalu memberikan kesehatan Ibu ku agar beliau bisa tetap melihat anak cucunya tumbuh menjadi kebangganya. Itulah sepenggal cerita orang tua ku yang mendidik kami bersama sangat amat baik, terima kasih tuhan engkau memberikan orang tua sesempurna itu kepada kami. Semoga kami bisa seperti mereka mendidik anak-anak kami lebih baik lagi. Pendidikan Terbaik Untuk anak adalah sikap tauladan dari orang tua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *