Kata Hati Wanita Yang Tersakiti

Posted on

Kata Hati Wanita Yang Tersakiti – Seperti tersisihkan, padahal kenyataannya memang diabaikan. Terlihat bodoh? Mungkin, lebih tepatnya bukan bodoh, hanya belum bisa menentukan mana pilihan yang terbaik. Ketika semuanya terlihat nyata, namun kenyataannya abstrak dan hanya sebuah angan-angan yang terlampau tinggi untuk kita gapai. 

Ketika kita mengharapkan sesuatu yang indah, namun semuanya hanya impian yang tidak pernah menjadi kenyataan. terkadang kita butuh sepi, disaat keramaian sudah tidak bersahabat lagi. Terkadang juga kita butuh sendiri, disaat orang banyak sudah tidak bisa mengerti lagi. 

saya di sini, duduk terdiam bersama serpihan perihku. Sakit ku mengingat saat kau di sisiku. Dulu, kau memberiku sebuah senyuman yang belum pernah ku dapatkan sebelumnya. Rasa itu terukir dalam bersama indah. Tapi tak ku sangka, rasa sayang yang selama ini kau beri hanyalah kebahagiaan yang semu. Kau mengagungkan sesuatu yang kau sebut cinta bersama topengmu, yang dibaliknya tersembunyi seribu bilah pisau yang siap menyerangku dan menusuk jantungku. Atas nama cinta, kau bersandiwara di depanku.

Saat kau bercerita mengenai peran baikmu dalam sandiwara yang berbeda. Begitu lihai kau merangkai kata dan mengucap janji manis yang sangat indah terdengar. Awalnya saya bisa mengabaikan seluruh rayuan manismu, tapi kau memang takmau menyerah. Bagaimanapun juga saya seorang wanita yang selalu terbawa perasaan, akhitnya hatiku luluh saat kau berkata “Kaulah pelabuhan cinta terakhirku…”

waktu terasa berjalan begitu cepat hingga membuatku terjatuh dan tak sadarkan diri lagi. Bodoh saya yang percaya bersama ucapanmu. Kau membuatku berkorban hanya untuk dirimu. Diam-diam kau menusukku dari belakang bersama belati dibalik topengmu yang terukir indah. Kata-kata cinta yang kau beri racun, membuatku tidak menyadari sakit yang begitu dalam.

Apa kau masih menjunjung tinggi janji yang pernah kau berikan untukku? Janji bahwa kau takkan pernah meninggalkanku.

Mengapa hati ini masih menyimpan kenangan bersamamu? tiap-tiap detik di sisimu terekam jelas dan tersimpan indah di sudut hati kecilku. Tapi seluruh itu hanyalah sandiwaramu, kau adalah seorang pemain yang memiliku seribu topeng dan beribu tipu muslihat untuk mendapatkan apa yang kau mau.

Kau mendekatiku bersama bualanmu untuk menjadikanku permainan. Setelah kau mendapatkan kesenangan yang kau cari, kau membuangku dan menganggapku tak pernah ada dalam hidupmu. Entah apa yang membuatmu melakukan seluruh itu. Apa rasa sakit yang pernah kau ceritakan itu yang membuatmu tak punya perasaan lagi seperti ini? Atau memang inilah dirimu yang sebenarnya?

Seharusnya saya mendengan apa kata mereka, tapi saya terlalu angkuh bersama perasaan itu. Ya…hatiku terlalu meninggikanmu karena terlalu mudah saya terbuai oleh tiap-tiap katamu. Salah ku memberimu kesempatan untuk bermain api dibelakangku. Sekarang saya hanya bisa menyesali kepolosanku berhadapan bersama orang sepertimu. Tapi apa gunanya rasa sesal itu? saya telah tersakiti, perih yang sangat dalam dan saya harus membuang perasaan yang dulu kubanggakan. saya malu bersama diriku.

Tak ada lagi kata yang bisa menggambarkan rasa sakitku yang begitu dalam. Kini ku merasa, kau adalah orang terjahat yang pernah ku temui selama hidupku

Ketika Hati wanita tersakiti..

Mungkin susah di gambarkan bersama apapun,namun hancurnya hati wanita ketika tersakiti lebih dari sekedar gelas yang terjatuh dari atas menara “Prakk”.

Ketika hati wanita tersakiti..
Tak banyak yang dapat ia lakukan..
Yang ia tahu hanyalah setetes air mata membasahi pipinya..
Yang ia tahu hanyalah dadanya terasa sesak..
Yang ia tahu hanyalah Sebuah tanda Cinta-Nya.

Jika kau ingin mengenggamnya maka genggamlah bersama halus,

Jika kau ingin melepaskannya maka lepaskanlah bersama perlahan,

Kerana ia adalah makhluk yang sangat rapuh..

Jika diibaratkan kaca,
Maka jangan terlalu kasar membersihkannya,kerana ia akan menjadi buram,jika kau meletakannya jangan kau banting,kerana ia akan pecah begitupun hati wanita…semoga mengerti isi hati wanita.

saya memandangmu dr jendela hati….

Menatapmu dgn penuh kasih…

Pelataran hati seakan sepi…

Senandung kidung tak menenangkan hati…

Ketika belenggu rindu mengalir di pucuk2 gladiol…

Bagai embun pagi,,,,dingin menyentuh bumi…

Seiring bergantinya waktu…
Seiring perubahan musim…
Rasa yg kualirkan tak mengering…
Tak ber ubah ….
Msh sama….
Masih sprti pertama ketika kau ucapkan Cinta…

Kini jiwa seakan hampa…

Tak berkisah..

Bagai tak bernyawa..

Derai air mata…

Mengalir bagai hujan yg tiada hentinya….

Aq rapuh…

Dlm sepiku…

Dlm malamku…

Tanpa hadirmu…

Yg kini hnya tinggalkan kenangan…

Yg kau ciptakan….

Ketika cinta msh bernaung diantara senja…

Diantara dua jiwa….

Diantara dua hati yg kini terpisahkan oleh waktu…

bersama diam kau jawab tanya ku..
bersama diam kau jerat senyum ku..
bersama diam kau panaskan bara api dìhati ku..
Tak pernah kau tahu perasaan ku bersama diam mu..

bersama acuh tak lagi kau pedulikan saya

bersama acuh tak sedikit kau rasa kegelisahan ku

Apa mau mu ?

saya pun tak tahu…

Diam mu membunuhku..
Diam mu menggantung perasaan ku..
Diam mu meracuni jiwa ku..
Hanya dalam tangisan ku tata hati ku yang hampir hancur karena sikap mu… 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *