Novel Tahun Baru : Pacaran Dari SMP Tetapi Menikahnya bersama Orang Lain

Posted on

Novel Tahun Baru : Pacaran Sejak SMP Tapi Nikahnya bersama Orang Lain Pacaran Sejak SMP sampai kuliah dan Pada akhirnya ia Menikah bersama orang lain ! Saat engkau mencoba mempertahankan cinta bersama selalu ada di sampingnya, ternyata cara tersebut salah, bahkan demi menjaga cinta tersebut tetap utuh, saya menggadaikan masa depan ku. Kisah ini dimulai sejak saya berusia sangat belia, orang dewasa sering menyebut masa cinta monyet. Apakah kalian pernah melewati masa tersebut.

Ketika melihat orang yang kalian cintai jantung terasa mau copot, bahkan salah tingkah, saat jatuh masa itu berlangsung ada dua kemungkinan yang akan terjadi pertama kehidupan sekolah menjadi lebih semangat dan membuat kita semakin termotivasi dalam belajar hasil yang diperoleh prestasi cukup baik, namun terkadang kita juga terlena bersama kebahagiaan sehingga menyampingkan sekolah dan pada akhirnya seluruh nilai kita akan berantakan karena jatuh cinta.

Kedua masa itu sudah pernah saya rasakan, saya adalah seorang anak biasa, yang cukup culun, sedikit bicara bahkan tidak terlalu banyak teman, penampilan sehari-hari saat sekolah berpakaian serba rapi, baju selalu dimaskan, meski baju yang saya pakai tidak baru terlihat agak kuning karena sering dipakai dan sudah hampir 3 tahun belum pernah ganti bersama yang baru.

Rekomendasi Tahun Baru :

Hal itu bukan tidak beralasan karena bagiku baju tidak harus baru cukup rapi itu akan terasa enak dipakai, kami hidup bukan dari keluarga yang kurang mampu, bukan hidup berkecukupan tetapi hidup cukup untuk makan dan minum sudah sangat berarti. saya adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara kami selalu bersam meski hidup dalam keadaan serba minim, Ayah bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu adalah seorang Guru Sekolah Dasar.

Kehidupan kami nampak sangat sederhana, tidak ada kata mewah tetapi kami tidak pernah kekurangan untuk makan sehari-hari, ini adalah catatan cinta yang pernah saya tulis dalam buku harian 11 tahun lalu, kisah seorang anak laki-laki (saya) yang mencintai gadis yang paling cantik di sekolah, teman satu kelas ku sering menyebut ku sebagai Pungguk yang merindukan bulan. Pepatah lama yang masih tetap dikenang sampai sekarang.

Itu bukan sekedar pepatah tetapi memang seperti itulah saya, yang hidup dalam bayang-bayang, tidak pernah terpikir untuk mengungkapkan rasa cinta yang sudah lama terpendam sejak lama, pertama kali kami bertemu saat pertama kali masuk SMP, ia memang salah satu gadis yang sangat cantik di sekolah, tidak ada satu laki-laki pun yang tidak jatuh cinta padanya termasuk saya.

Jatuh cinta memang hal biasa meski dirasakan anak yang masih sangat belia, perlahan tapi pasti perasaan ini menjadi sebuah motivasi yang sangat tinggi untuk menjadi salah satu anak populer di sekolah, meski dalam akademik tidak begitu pintar namun saya berusaha bersama sekuat tenaga untuk menjadi yang terbaik di sekolah, berorganisasi adalah cara pintas ku untuk menjadi populer. Hal itu nampaknya berhasil dilakukan.

Perasaan itu terus terjaga tetapi tidak ada satu orang di dunia ini yang mampu menutupi perasaan ketika berhadapan langsung bersama orang yang mereka sukai, tanpa saya sadari dia yang kala itu menjadi teman ku rupaya tau kalau saya mencitainya, perasaan yang saya rahasiakan seolah menjadi sebuah rahasia umum yang bahkan dia pun tau, bodohnya saya tidak begitu pandai membaca orang.

Entah kenapa sifat minder dan malu-malu ku membuat dia sangat penasaran bahkan secara tidak langsung ia memiliki perasaan yang sama, sesekali ia sering memandang dan tersenyum sambil berkata “anda itu lucu banget deh saya jadi suka sama sikap anda” bahkan untuk ukuran standar ganteng pun tidak masuk, saya pun heran jika ada seorang gadis yang sangat saya idolakan ternyata menyukai ku.

Perjalanan perasaan abu-abu kami berjalan sampai lulus SMP, namun saya tidak pernah berencana untuk mengungkapkan perasaan itu padanya, dari seragam putih biru, berlanjut ke seragam putih abu-abu SMA menjadi masa remaja yang paling indah karena saya kembali satu sekolah bersama sang gadis, namun perjalanan ku di SMA berubah drastis, bila sebelumnya hanya sebagai siswa biasa kini saya aktif menjadi aktivis sekolah.

Berorganisasi dan menjadi ketua osis adalah rutinitas bahkan saya menjadi salah satu tokoh populer di sekolah dimata adik kelas saya adalah salah satu orang yang memiliki karismatik yang tidak dimiliki banyak orang, popularitas di sekolah membuat ku menjadi sangat terkenal, beberapa kali pacaran hanya saja tidak ada dari sekian banyak pacar tersebut dia yang sangat saya cintai, begitu juga dia. Orang bilang pacaran hanya raga saja, hatinya pun hanya milik satu orang yaitu gadis tersebut.

Dipenghujung masa SMA kami akhirnya untuk pertama kali saya mencoba nembak dia itu pun bermaksud hanya mengungkapkan perasaan paling tidak sudah lega tidak pernah terpikir mengharapkan untuk berpacaran, entah kenapa keadaan berkata lain saat saya mengungkapkan setelah 6 tahun memendam rasa akhirnya dia mengatakan hal yang tidak pernah di duga selama ini, ia bersama tegas menerima saya bersama sepenuh hati.

Waktu terasa berhenti sejenak, jantung ku terasa berhenti berdetak, saya berjanji pada diri ini akan menjaga bersama sekuat tenaga jangan sampai hubungan kami putus ditengah jalan bahkan saya berinat suatu hari nanti melamar dia, saya mencintai orang yang sangat saya idolakan setelah menyatakan perasaan ternyata dia yang saya idolakan juga mencitai ku, bisa kalian bayangkan betapa bahagianya saya.

Kisah cinta kami harus terpisah karena waktu sekolah sudah berakhir, keputusan untuk kuliah di lain kota membuat saya harus menghadapi hubungan jarak jauh karena dia juga memilih bekerja di kota yang cukup jauh jaraknya. 500 km kami terpisah hanya bisa berhubungan lewat telepon, namun untuk tetap menjaga seluruh hubungan baik-baik saja, saya berusaha menyempatkan diri untuk tiap-tiap bulan pergi ke kota tempat si dia bekerja.

Bahkan saya hampir tiap-tiap bulan absen dari kampus hanya karena pergi mengunjunginya, tiap-tiap kali bertemu saya selalu mengulang kata-kata yang sama, kuliah 4 tahun dan setelah bekerja saya akan segera melamarnya, dan dia akan mengingat seluruh  kata-kata ku. Perjalanan cinta kami terus berlanjut bahkan dalam hidup ku mungkin yang paling di priortiaskan adalah hubungan kami, saya tidak mau seluruh ini berakhir bersama sia-sia, fokus terbesar dalam hidup ku saat itu adalah menjaga agar hubungan jarak jauh ini terus terjaga.

saya tidak ingin yang jauh pada akhirnya akan digantikan bersama orang yang biasa bertemu, atau lebih dikenal bersama istilah pada akhirnya yang sering bertemu akan mengantikan yang jauh. Satu bulan sekali saya selalu pergi meski jauh, kadang saat pergi menemui dia paling tidak ada 3 hari tidak masuk kuliah dan itu berlangsung selama tiap-tiap 6 bulan sekali, tanpa saya dasari absen kuliah banyak yang kosong.

Membuat ku banyak ketinggalan mata pelajaran dan tiap-tiap semester hanya mencapai ipk dibawah 3.00 membuat saya ketinggalan sks, setelah 4 tahun kuliah dia mulai megih janji atas perkataan waktu itu “Menikahinya” Meski saya sudah sangat lama menjalin hubungan dengannya tetapi sejujurnya ragu untuk menikah karena dipastikan kuliah belum selesai dan pekerjaan belum dapat. Tanpa disadari lulus kuliah 7 tahun.

Setelah tamat 1 tahun menganggur, dan berjalan tahun ke 2 baru mendapatkan pekerjaan, itupun hanya sebagai pekerja kontrak bukan karyawan tetap, waktu yang saya lalui sudah 8  tahun, jika laki-laki mungkin masih bisa menunggu namun perempuan tidak bisa menunggu apalagi apa yang mereka tunggu itu belum pasti. Pada tahun yang sama saya berencana untuk melamarnya.

Tetapi saat saya mencoba datang bersama kedua orang tua bertamu kerumahnya, lamaran kami ditolak bersama alasan bahwa dia sudah lebih dahulu dilamar oleh orang, karena saya sudah terlalu lama menggantungkannya, usia dia sekarang 28 tahun untuk ukuran perempuan sudah sangat tua, tidak banyak yang ia katakan waktu itu “saya tidak bisa hanya terus menunggu tanpa kepastiaan dan mungkin kini saya sudah kehabisan waktu“. Singkat cerita perjalanan cinta kami yang dimulai 11 tahun lalu berakhir bersama perpiasahan.

Kadang saya merasa tuhan tidak adil disaat saya mencoba mati-matian untuk mempertahankan hubungan ini malah yang saya dapat bukan akhir bahagia malah sebaliknya. Dari kejadian itu saya mulai menyadari bahwa saya terlalu fokus pada hubungan sehingga mengabaikan masa depan. Untuk kalian yang sedang melakukan hal sama bersama ku, segera ubah pola pikir, urusan masa depan adalah yang pertama dan pacaran nomor dua, karena yang dicari oleh wanita bukan seberapa lama kita menjalin hubungan.

Tetapi seberapa cepat mencapai kemapanan masa depan, dan memberikan kepastian bukan hanya harapan, mungkin kalian bisa belajar dari kesalahan yang pernah saya lakukan, mulai sekarang untuk pria maupun wanita fokuslah dan kejar masa depan maka jodoh akan mengejar kita, karena yang dikejar oleh jodoh bukan hubungan tetapi kepastian masa depan. 

Tahun baru ini mungkin bagi sebagian orang adalah hal yang sangat membahagiakan, namun bagi ku hari yang sangat bersejarah, dimana saya ditinggal oleh kekasih yang sudah lama kami berpacaran 11 tahun menjalni hubungan tidak menjadi jaminan untuk berlanjut ke jenjang pernikahan, namun dibalik kesedihan itu pada tahun yang sama saya diberikan pekerjaan yang cukup ideal dapat menjamin masa depan, Menjadi salah satu karyawan di perusahaan BUMN ternama di Indonesia sektor Minyak Bumi.

Berselang satu minggu bekerja saya berkenalan bersama seorang gadis yang baru tamat kuliah tidak lama berkenalan baru satu bulan, dan mencoba melamarnya, akhirnya diterima. Tahun baru ini saya akhirnya menikah bersama gadis yang sangat ku cintai, dia bukan orang yang saya cintai 11 tahun lalu tetapi dia yang saya cintai 1 bulan yang lalu dan akan menjadi istri pada tahun baru ini, kami akan melangsungkan pernikahan tepat pada tanggal 1 Januari.

Hubungan pacaran yang lama tidak akan menjamin untuk kita bisa menikah dan hidup bahagia bahkan terkadang hanya berakhir dan meinggalkan luka sangat mendalam, mereka yang bisa mengobati orang yang baru dikenal dan akan menjadi pendamping hidup, dari pengalaman yang saya rasakan, bagiku jodoh itu sama bersama masa depan. Berpacaran saat belum punya masa depan akan berakhir bersama keraguan, tetapi berpacaran saat sudah memiliki pekerjaan tetap dan karir bagus bisa dibilang sudah pasti berjodoh.

Dear kalian yang sedang sibuk berpacaran ingatlah satu hal, pasangan kalian tidak bisa menunggu terlalu lama jangan habiskan waktu untuk menjaga hubungan tetapi kejar masa depan, pacar nomor 2 dan masa depan nomor 1, jika sudah mendapatkan masa depan kalian bisa memilih ingin jodoh seperti apapun bisa, sementara jika kalian fokus berpacaran maka jodoh kalian akan memilih orang yang memiliki masa depan bukan anda yang sibuk memperhankannya.

Tahun baru ini mungkin akan menjadi tahun baru paling bersejarah dalam hidup ku, karena saya mendapatkan kekecewaan dan kebahagiaan dalam waktu yang hampir sama, entah dia beruntung tidak memilih saya, atau malah menyesal saya tidak begitu peduli, yang pasti saya sangat bersyukur sekarang meski saya hanya mengenal 1 bulan dapat mengantikan dia yang sudah berada dalam hati selama 11 tahun.

saya adalah orang yang paling bodoh di dunia jika sejak awal saya tahu bahwa yang dicari oleh wanita bukan sebuah hubungan tetapi masa depan, mungkin saya tidak akan menghabiskan banyak waktu yang bisa membuat masa depan ku terhambat, wanita itu bukan mempertahankan yang sudah lama tetapi ia akan menima bersama segera yang siap menikah, syarat bisa menikah adalah memiliki pekerjaan tetap yang dapat memenuhi kebutuhan.

Untuk kalian yang belum terlanjut jangan sampai menyesal, mungkin keputusan yang dibuat memang sebentar namun luka yang dirasakan akan membekas lebih dalam karena hubungan yang sudah dibangun sejak lama tidak berarti apa-apa, bahkan setelah banyak melalui susah senang bersama tetapi menikahnya bersama orang lain. Kejar masa depan, maka jodoh kalian akan mengikuti anda namun jika kita mengejar jodoh ia akan berlari mengejar yang lain.

Semoga orang yang sudah saya cintai selama 11 tahun lamanya bahagia bersama pilihannya, dan saya hanya ingin melupakan semuanya dan membuat kisah indah bersama istri ku, meski saya baru mengenalnya 1 bulan itu terasa lebih dari 11 tahun karena dia lebih mengetahui apa yang saya inginkan dan apa yang tidak saya sukai. Semoga kisah ku bisa menjadi pelajaran kalian.

Meski kami menjalin hubungan selama 11 tahun tetapi kisah cinta kami sudah mulai sejak SMP, meski kami tidak mengukai secara resmi perasaan kami terhubung satu sama lain seolah mengerti bahwa cinta menunggu masa rejama akan lebih indah, baru saat SMA kami menyatakan cinta satu sama lain, meski kami sejak SMP berpacaran bersama orang lain, tetapi dalam hati kami hanya ada saya dan Dia siapapun pacar kami, seolah pacaran hanya sebagai status saja, sayangnya kami menikah bersama orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *