Novel Terbaru : Novel 11 Tahun Menunggu Datang Hanya Membawa Luka

Posted on

Hari-hari kami dihabiskan bersama tanpa disadari tiap-tiap waktu entah itu pagi, siang atau sore meski hanya sekedar BBM saja pasti terasa lebih Indah. Akhir-akhir ini nafas ku terasa sesak dan ingin muntah, tapi bukan karena saya hamil karena Gue adalah pejantan tangguh. Dia juga sedang pilek dan hidung mampet, kadang malam menjadi tidak bisa tidur bersama ditempat yang berbeda.

Merencanakan pernikahan memang tidak semuda yang dibicarakan tetapi seluruh bisa dilakukan bersama sebuah usaha serius yang anda lakukan. Apa yang menjadi kendala harus disiapkan bersama matang. Yang ditakutkan adalah gagal menikah tidak dipungkiri meski  saya  pernah melupakan dia pada masa lalu kini, mulai merasakan jatuh cinta lagi dan lagi pada orang yang sama.

Jika mengingat masa lalu terkadang hidup memang tidak bisa diprediksi, meski dia bukan cinta pertama ku, tetapi dia pertama yang ada di Hati ini saat kami berusia belasan tahun duduk dibangku SMP itu pertama kali saya merasakan, tetapi saat itu dia disukai banyak sekali laki-laki. Jangankan untuk mengungkapkan rasa, mendengarkan dia kentut saja saya sudah sangat bahagia.

Waktu berangsur pergi meninggalkan kami tanpa disadari tumbuh  menjadi besar selama itulah rasa ini terpendam tidak ada seorang tahu hanya saya dan Tuhan mengetahui mengenai rasa itu. 11 tahun lamanya saya memendam rasa dan menyimpan sendiri tidak ada satu  orang yang tahu  bahwa saya pernah mencintai, tidak pernah bilang. Sulit bagi ku  untuk melupakansemua itu.

10 tahun lamanya tahun 2014 silam saya sudah bisa melupakan ikhlas menerima serta mendengarkan kabar bahwa dia akan menikah bersama pilihan hidupanya. Dari sana saya belajar Ikhlas untuk melupakannya, saya selalu berdoa bahwa suatu  saat nanti bisa mengatakan mengenai isi hati ini bahwa saya mencintai lebih dari sekedar teman biasa. saya percaya bahwa cinta memang harus memiliki tetapi jika dia memang bukan milik ku tidak yang bisa ku perbuat untuk itu.

Setelah saya bisa melupakannya tepat tahun depan saat saya selesai kuliah dan mencapai target sesuai yang diharapkan, waktu yang dilakukan hanya untuk bekerja dan berusaha keras mencapai karir serta pendidikan. Disana cinta ini mulai datang dia yang sudah ku lupakan dulu. Sang Puteri yang kembali datang membawa harapan cinta baru. Perasangka bahwa dia sudah menikah ternyata itu hanya omong kosong.

Dia datang membawa segenggam cinta baru dan memberikan peluang untuk memiliki tanpa disadari kami menjalin hubungan dan “Doa bahwa saya hanya ingin mengungkapkan rasa yang terpendam selama 11 tahun” ternyata terjawab dan bisa dilaksanakan. saya berfikir tidak akan menyia-nyiakan kesempatan meski sebenarnya  saya sudah melupakannya dan mengubur seluruh kenangan yang ada.

saya mencoba  untuk meyakinkannya bahwa saya serius untuk menikahi sang puteri, tanggapan itu seolah dibalas bersama positif kami menjalin hubungan selama dua bulan lebih dan akan menikah tahun ini. Hidup ku terasa sangat bahagia bersamanya. Entah kenapa semakin mendekati rencana pernikahan kami ada banyak masalah yang dihadapi.

Sebelumnya kami sempat berlibur ke Palembang, dari sana saya banyak mengetahui permasalahan ternyata dia sudah memiliki Calon Suami sebelum saya  dekat dengannya rencana menikah pada bulan Delapan ini menjadi tanda bahwa mereka akan serius menikah. Padahal sebelumnya saya kami sudah memiliki rencana untuk menikah  pada sebelum bulan itu tidak disangaka bahwa saya hanya meminjam calon istri orang untuk jalan dan berfoto.

Entah apa yang ku rasa, bahagia ini terasa sangat sebentar saja berubah menjadi kecewa, hati ini tidak karuan nafas semakin sesak dan tidak bisa tidur. Jujur saya memang belum siap menikah tetapi jika yang menjak nikah adalah sang Puteri keraguan itu seketika menghilang. Tidak tahu  akan seperti ini, seperti itulah hidup saya menunggu dia jauh dan lama sekali 11 tahun hanya untuk menggungkapkan rasa yang pernah terpendam.

Hanya sebatas mengucapkan “I Love You” secara langsung karena selama ini saya takut untuk mengatakannya mungkin setelah ucapan itu Dia akan menikah, saya akan berjumpa dengannya tetapi bukan dipelaminan, menjadi undangan dihari yang indah itu. Bagiku sangat menyakitkan tetapi itulah kenyataan kadang kita harus memaksakan diri atau sekedar menghibur bersama kata-kata “Bahwa sebenarnya cinta kadang tidak harus memiliki” meski itu cuma omong kosong.

saya percaya bahwa dia kembali bukan untuk sekedar menyakiti tetapi waktulah yang memaksa. Akan ku jadikan semangat untuk mencapai masa depan. Tetapi  jangan pernah disesali apa yang telah dipilih termasuk tidak memilih ku dan menikah bersama lain, saat nanti saya kembali jauh lebih sukses sekaligus janji ku untuk menghapus luka bersama cara sukses.

saya senang bisa mengenalnya lebih dekat, bercanda, tertawa, bahagia,  memeluknya, dan mencium kening, walau hanya beberapa bulan saja dan tidak menjadi milik ku yang pasti saya sudah benari untuk mengungkapkan seluruh isi hati ini, minimal rasa itu tidak terpendam untuk selamanya setidaknya dia tahu bahwa  saya pernah mencintainya bersama tulus.

Doa ku semoga saya mendapatkan pengganti dari seluruh kekecewaan itu. Saat ini saya bahagia pernah memeluknya walau hanya sebentar saja. Tuhan apa pantas air mata ini menetes untuknya yang sudah bahagia apa saya boleh menangis meski saya seorang Pria. saya tahu Engkau  tidak pernah salah dalam membuat keputusan, Terima kasih engkau telah memberikan rasa itu meski harus terluka berulang kali.

Tidak ada penyesalan yang pernah dilakukan, sekali lagi  saya bahagia bersamanya walau hanya sebentar saja. saya harus fokus pada masa depan ku dan menemukan cinta lainnya. Cintah ini memang besar tetapi ketika Dia sudah memilih orang lain untuk bersama rasa itu akan segera hilang dan jika sulit saya akan berusaha keras untuk melupakannya, Untuk selamanya menjadi kenangan terindah dalm hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *