Novel Terbaru : Novel Surat Untuk Ramadhan

Posted on

Novel TerbaruNovel Terbaru : Novel Surat Untuk Ramadhan –  mengenai Surat Untu Ramadhan Ramadhan, kini kau hampir meninggalkan ku lagi tahun ini 18 Juli menjadi awal puasa yang tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup. Rasanya belum lama saya tumbuh menjadi orang dewasa usia 23 tahun saat setelah tamat kuliah dan mulai bekerja mencapai beberapa target masa depan kini saya berada di puncak karir pertama, saya memang seorang pecundang pada waktu dulu, tetapi waktu yang ada terus digunakan untuk meningkatkan kwalitas hidup.

Kadang menjadi dewasa rasanya sangat tidak enak, suka tidak suka dan mau tidak mau itu akan terjadi begitu juga pada ku saat ini. Lelah hati ini jika mengingat seluruh hal yang telah saya dapat, baru lima tahun setelah saya tamat sekolah SMA, seluruh sudah banyak berubah disaat saya meningkatkan kwalitas hidup menjadi lebih baik tetapi ternyata yang ku dapat malah hal yang sangat berbeda jauh dari saya sekarang.

Waktu memang cepat pergi dan datang kembali, saat saya menulis ini waktu itu terasa sangat lambat bergerak tidak seperti dulu lagi. Doa ku beberapa tahun lalu saat ini sudah menjadi kenyataan yang begitu indah kenyataan tetaplah kenyataan apa yang saya dapat sekarang bukan yang dulu saya harapkan seluruh sudah sirna dimakan masa lalu. seluruh sudah berubah.

Novel Terbaru Surat Untuk Ramadhan

Kisah ini bermula 6 tahun lalu, saat saya berada dikereta perjalanan pulang palembang ke lubuk linggau, saya bertemu bersama wanita berusia 23 tahun asal bengkulu yang duduk didepan ku, waktu itu usia ku masih sekitar 17 tahun, tidak begitu banyak mengerti apa yang dikatakan oleh sang wanita bahkan namanya saja saya sudah lupa kami menyapanya bersama panggilan “Mbak”, diatas kereta kami menghabiskan cerita seperti hubungan adik dan kakak.

Ada banyak yang dibicarakan oleh “Mbak” bahkan ia tertarik untuk meremal jodoh ku dimasa depan, kalau boleh jujur saat itu seluruh ku anggap omong kosong belakang, ia berkata “Jodoh mu adalah cinta pertama mu”, ada banyak cinta pertama yang saya rasakan sampai bingung yang mana dimaksud oleh Mbak itu sebab ada 1 mantan, 1 pacar dan satu orang gadis yang ku kagumi, ku anggap seluruh itu adalah cinta pertama ku.

Pacar pertama ku dulu saat saya duduk di bangku SD kelas 6, pertama kali pacaran mungkin yang dia maksud adalah ini cinta pertama ku, tetapi setelah waktu berangsur pergi dan meninggalkan ku seolah menjawab mengenai hal itu, ia memang pacar pertama ku tetapi bukan cinta pertama sebab saya tidak pernah mencintai dia saat kami pacaran lebih tepat itu dianggap sebagai cinta monyet.

SMP saya pernah mengenal seorang gadis canti, manis bahkan banyak sekali diidolakan di sekolah ku waktu itu, jujur saja saya jatuh cinta padanya tapi sampai saya SMA tidak berani mengungkapkan perasaan ku, cara untuk mengungkapkan perasaan ku padanya bersama berdoa pada Alloh semoga suatu saat nanti saya bisa menyampaikan perasaan ini padanya entah bersama cara apapun. saya tidak pernah memilikinya.

Sampai pada SMA saya pacaran pertama kali diusia remaja, seorang gadis yang sangat menyenangkan yang ku anggap cinta pertama yang pernah ada gadis berbeda, saya terus menunggu dia tetapi enam bulan pacaran kisah kami berkahir bersama perpisahan, waktu begitu cepat berlalu dan pergi meninggalkan seluruh kenangan yang ada, beberapa kali setelah pacaran itu saya menggap tidak lagi menemukan cinta pertama.

Karna bagi ku seluruh adalah cinta setelah cinta pertama, meski kami berpisah saya terus menunggunya karena ingat perkataan itu, ku sangaka dia yang ku cintai di SMA itu adalah cinta pertama yang akan menjadi jodoh ku. Tidak terasa saya kuliah di pertengahan kuliah ku dengar kabar bahwa dia sudah menikah bersama laki-laki lain. Dari hari itu saya tidak pernah lagi ingin mengingat kata-kata Mbak itu.

Bahkan sebelum kami berpisah Mbak itu mengatakan banyak pesan dan nasehat pada ku, “Suatu hari nanti saat adek berusia sama bersama Mbak akan mengingat kata-kata mengenai Mbak 23 tahun Bengkulu”, bahkan Mbak itu berkata bahwa jika dia berusia sama seperti ku, dia akan menunggu ku sampai menikah maksudnya dia mau mungkin karena ada sesuatu hal pada kehidupan ku.”. saya bingung seluruh bersama kata-kata itu karena bagi ku hal itu tidak penting.

Meski saya tidak percaya tetapi saya selalu mengingatknya  kata itu sampai 10 tahun lamanya, tetapi saya tidak pernah tau siapa yang dimaksud karena cinta pertama ku sudah semuanya menikah dan bahagia bersama laki-laki lain, perjalanan cinta ku begitu cepat berlalu, mantan demi mantan menjalin sebuah hubungan, bahkan dalam hati ini berkata saat saya sudah pacaran sebanyak 12 mantan tidak akan ada lagi mantan setelah itu karena saya ingin menikahinya. Pacar ke 13 ku.

Ada banyak hal yang menjadi pertanyaan dalam diri ini mengenai kata-kata itu sampai sebelum hari ini saya tidak pernah mengerti apa maksud dari seluruh petunjuk perkataan itu, tetapi pesan Mbak untuk mencapai seluruh dilakukan tidak mudah penuh perjuangan yang sangat panjang. Kadang saya sangat bingung bersama seluruh ini siapa yang dimaksud.

Dalam hati menyangka ada satu orang lagi yang dimaksud, yaitu cinta pertama yang saya rasakan tetapi tidak pernah ku miliki, yaitu gadis Idaman saat duduk di bangku SMP. Meski rasanya tidak mungkin terjadi sebab saya sadar siapa diri ini. saya hanya bisa berharap seluruh yang dikatan menjadi kenyataan karena jika memang dia jodoh ku yang dimaksud saya akan sangat bahagia bersamanya sebab saya sangat mencintainnya.

Tetapi sebelum usia ku 23 tahun tepat 22 tahun saya mendengar kabar bahwa ia akan menikah bersama laki-laki pilihannya, dari saat itu saya tidak pernah lagi ingin mengharapkan dan tidak juga percaya bahwa apa yang pernah dikatakan “Mbak” dulu bukan sebuah kebenaran hal ini terbukti karena dia akan menikah. 10 tahun lamanya menunggu seluruh jawaban mengenai doa itu, ku kira akan tidak membuahkan hasil apa-apa. Saat ini hal yang harus saya lakukan adalah melupakan seluruh mengenai dia dan seluruh yang dikatakan adalah omong kosong belakang.

saya mulai hidup baru menjauh dari bayang-bayang itu dan melupakan untuk terakhir kali, membuka diri untuk orang lain meski bukan cinta pertama siapapun orang yang nya saya ingin menjadikannya cinta terakhir ku. Sampai pada hari itu Agustus 2014 saya berncana untuk menikah bersama gadis pilihan, saat itu kondisi keuangan karir ku sedang down, saya meminta waktu dua bulan dan setelah itu akan menikahi gadis pilihan tetapi ternyata dia malah meninggalkan dan menikah bersama laki-laki lain.

Waktu dimana saya selesai kuliah, saya kembali dan memulai karir dari nol sendiri bersama kekecewaan yang dibawa, rasanya hati ini terasa trauma untuk pacaran tidak mau lagi setelah gagal menikah dalam hati berkata jika nanti menemukan orang yang saya sayang akan langsung diajak menikah saja. Bukan karena kebetulan atau seluruh takdir tuhan awal tahun 2015 saya mendengar bahwa Gadis yang saya Idolakan saat SMP dulu ternyata mengalami hal sama yaitu gagal menikah bersama pasangannya.

Memang aneh tetapi itulah yang terjadi saat yang bersamaan kami mengalami kegagalan menikah, dan bertemu diusia kami 23 tahun, setelah 11 tahun lamanya barulah jawaban yang sudah dilupakan kembali muncul, tetapi tetap saja saya tidak ingin lagi percaya bahwa dia memang Cinta Pertama ku yang akan menjadi jodoh ku nanti.

Singkat pertemuan awal tahun kami bertemu dan menjalin hubungan beberapa bulan kami memiliki rencana untuk menikah, bahagia rasanya perlahan saya mulai kembali mempercayai takdir yang dititipkan oleh Mbak beberapa tahun lalu. Sampai saya memiliki niat untuk melamarnya saya sangka saya menemukan cinta pertama yang akan menjadi jodoh ku. Tetapi kejadian masa lalu dan kegagalam menikah kami menyisahkan beberapa kehancuran.

Karena kegagalan itu membuat dia yang ku kenal sekarang bukanlah seperti yang dulu, dia yang dulu saya idolakan, sekarang berbalik mengidolakan ku, dia yang dulu saya kagumi sekarang berbalik mengagumi ku. Bahkan saya dimasa SMP mencintai dia, sedangkan dia tidak mencintai ku, sekarang saya rasakan hal sebaliknya, karena saya tidak lagi mencintai dia tetapi dia masih tetap mencintai ku.

Dulu saya selalu kasih kabar meski tidak dibalas tetap bahagia, tetapi sekarang dia selalu kasih kabar meski saya tidak balas. saya bingung dia yang dulu Gadis Idaman Ku, sekarang dirasa saya yang menjadi Laki-Laki Idaman nya. Dunia sudah banyak berubah saat kami dipertemukan, sampai disuatu ketika saya menemukan jawaban dari seluruh itu.

Kadang saya bertanya kenapa Tuhan kami dipertemukan “Apa Maksud Dari seluruh Ini” dia yang sekarang bukan seperti dulu yang ku harapkan” Masa tersulit adalah menerima seluruh masa lalunya dan mencintai dia bersama seluruh kekurangan. Padahal saya berusaha untuk menjadi pribadi berkualitas agar bisa sama dan layak mendapatkan dia yang dulu di posisi sekarang.

Saat saya menjadi pribadi yang lebih baik dan dirasa layak mendapatkan dia yang dulu pada keadaan sekarang, tetapi malah Gadis yang dulu, pada waktu sekarang sikapnya menjadi menurun kwalitasnya hal ini membuat perbedaan sikap yang sangat jauh. Sekarang yang dirasa bahwa bukan saya tidak pantas untuknya, tetapi dia yang tidak pantas mendapatkan cinta ku lagi.

Hari demi hari, minggu demi minggu saya berfikir, tiba pada hari ini saya mulai memahami kata-kata dari Mbak dulu mengenai Jodoh ku disini saya baru mengerti apa yang ia maksud. Jika ingat seluruh kata-kata itu pada saat sekarang Rasanya saya memang sudah disiapkan dari usia 17 Tahun untuk memperbaiki kesalahan yang saya hadapi sekarang usia 23 Tahun. seluruh baru dimengerti saat saya menginjak usia itu.

Rupanya ada sebuah permasalahan yang akan ku hadapi di usia ini, ujian dibalik sebuah kesuksesan, padahal saya mulai jatuh cinta lagi padanya tetapi saat saya sudah mencintainya ada saja permasalahan dan halangan yang akan memisahkan kami, kekecewaan ku mendengar kejujurannya menjadi alasan yang sangat menyakitkan untuk tidak lagi mau mengenalnya.

Ini merupakan kali kedua saya merasakan akan benar-benar kehilangannya. Kadang saya berfikir apa memang takdir ku tidak boleh mencintai dia, karena saat saya mulai menyayangi pasti ada saja permasalahan dan menyebabkan kami berpisah. Akhirnya setelah kami menjalani beberapa bulan pacaran seminggu sebelum saya melamarnya kisah cinta kami berakhir.

Padahal saya sudah membeli cincin tunangan, menyiapkan rumah dan beberapa kendaraan yang ada untuk kehidupan kami nanti saya sangat amat kecewa tidak tahan rasanya kami berpisah bersama cara yang tidak mengenakan saat saya mulai jatuh cinta lagi saat itulah saya mendapatkan kekecewaan padahal rencana menikah sudah ada didepan mata. Saat itu yang sangat diinginkan cuma satu yaitu melupakan dia bersama cara apapun.

Meski saya sangat mencintainya, setelah kegagalan untuk kedua kalinnya saya memutuskan untuk merantau jauh dan pergi melepas beban dan mencoba memulai hidup baru dikota berbeda jauh dari rumah dan seluruh permasalahan yang ada. saya ingin sekali menangis tapi rasanya ari mata ini sudah kering sampai tidak bersisa lagi.

Kalau boleh jujur saya sangat ingin mempertahankan tetapi dia yang sekarang bukanlah yang dulu lagi, Tuhan rindu dia yang dulu mengapa engakau kirimkan dia lagi. Hari-hari ku dipenuhi bersama tangisan tanpa air mata karena sudah kering, bagi ku seluruh suda usai tinggalkan seluruh kenangan indah meski hanya sebenatar saja.

Ramadhan oh Romadhan tahun ini tidak akan pernah ku lupakan seumur hidup ada banyak arti hidup yang baru saya tahu. Mungkin saya akan merindukan sekali puasa tahun berikutnya menunggu kabar dan cerita apakah tetap sama apa yang dirasa atau saya sudah menemukan pengganti dari seluruh ini, tetapi satu hal yang pasti hati ini tidak bisa dibohogi saya masih menyimpan sedikit rasa cinta dalam luka. Meski kami sudah tidak lagi bersama saya ingin seluruh tetap baik-baik jika takdir yang telah digariskan memang benar pasti ada jalan untuk bersama. saya yakin Engkau Ya Alloh sayang bersama ku dan sudah memperisapkan kebahagian dimasa depan semoga saya menjadi lebih baik dipuasa berikutnya amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *