Novel Terbaru : Novel tiap-tiap Hari Adalah Hari Ibu

Posted on

Novelrw.ComNovel Terbaru : Novel tiap-tiap Hari Adalah Hari Ibu – “Ibu” pernahkah kita merasa apa yang dirasakan oleh seorang Ibu, saat menyebut kata-kata itu air mata ini tanpa disadari menetes bersama sendirinya, tidak ada satu orang anakpun yang begitu memahami apa yang sedang dirasakan oleh seorang Ibu, sampai pada akhirnya seorang anak tersebut menggantikan Posisi Ibu menjadi Ibu Baru untuk anaknya.

Memulai hidup menjadi orang tua dari mulai mengandung anak hari demi hari, masuk pada usia dimana seorang Calon Ibu merasa sangat tidak berdaya yang disebut Ngidam tiap-tiap hari muntah terus menerus bahkan ada yang sampai 9 bulan lamannya tetapi tidak pernah terpikir sekalipun untuk mengeluhkan dan merasa menyesal akan memiliki seorang anak.

Dari itu mulai terasa apa yang dirasakan seorang Ibu, belum lagi disela-sela mengandung menyempatkan mencari sesuap nasi untuk membantu keuangan keluarga, hal itu terus belanjut, mulai memilikirkan biaya dan mempersiapakan persalinan, usia 3 bulan permata menjadi tahap kita mengenal seperti apa penderitaan seorang Ibu, kemudian berlajut menuju 3 sampai 6 bulan berikutnya.

Novel Hari Ibu

Mulai pempersiapkan biaya persalinan dan biaya cek kedokter, sampai pada 6 bulan menuju 9 bulan 10 hari saat penantian seorang Ibu, belum lagi ditambah bersama kegagalan menjadi seorang Ibu seperti anak yang dikandung mengalami keguguruan karena aktivitas terlalu berat antara mengandung bersama membantu bekerja suami, terkadang kekecewaan seringkali terjadi saat kita berusaha bersama sebaik-baiknya untuk menjaga dari mulai dalam kandungan sampai melahirkan.

Rasa Sedih bercampur bersama Bahagia terus berganti menjadi satu, tetapi kita belum sepenuhnya tau rasanya menjadi seorang Ibu sampai pada akhirnya seorang Gadis Dewasa melahirkan Anak Pertama saat itulah kita mulai mengetahui bagaimana rasanya menjadi seorang Ibu, Antara sakit, bahagia, gelisah bercampur aduk dan tidak pernah terpikirkan kecuali untuk seorang anak. Saat kita bertanya kepada diri kita sendiri Kapan kita mengetahui apa yang dirasakan oleh seorang Ibu.

Jawabnya sederhana Saat seseorang gadis atau Perempuan dan Wanita menjadi Dewasa dan melahirkan seorang anak dimana itu merupakan anak permata bagi dirinya, begitu juga seperti apa yang saya rasakan saat ini kini saya mulai mengetahui sedikit demi sedikit menjadi seorang Ibu. Lantas apakah hanya seorang anak perempuan saja yang akan merasakan penderitaan seorang Ibu, apakah seorang suami tidak pernah merasakan menjadi seorang Ibu.

Memang benar Seorang Suami tidak akan pernah merasakan namanya mengandung pada wanita, tetapi dibalik itu seluruh terdapat pembelajaran bahwa mengurus Istri Hamil saja sangat susah apalagi merasakannya langsung. Seperti yang dialami oleh Suami saat saya mengandung dulu, sejak pertama kali saya mendandung, Sang Suami tercinta terus mengurusi saya sebagai seorang Istri, apalagi waktu itu saya terkena Bebby Blus dimana selama 9 bulan tidak berdaya bahkan selama sembilan bulan itu juga tidak ada satu haripun tidak muntah kecuali hari terakhir beberapa jam sebelum melahirkan.

Ia yang sangat saya cintai Sang Suami selalu menyempatkan diri dalam kesibukan mencari nafkah mengurusi, bahkan tiap-tiap hari untuk makan saja saya tidak kuat, ini merupakan masa terburuk karena ini adalah pengalaman pertama ku memiliki seorang anak. Bahkan setelah pagi sang suami menyempatkan untuk membuatkan sarapan disela-sela kesibukan bekerja, begitu juga makan siang menyempatkan pulang hanya untuk membelikan makan tidak berhenti disitu saja saat pulang kerja saat ia sedang capek-capek bekerja seharusnya saya yang memijatnya.

Tetapi terbalik saya segera meminta pijak karena seluruh badanku sakit, begitu terus sang suami bersama sabar mengurusku selama 9 bulan lebih, bahkan saat saya melahirkan ia terus mendampingiku membantu dokter proses persalinan setelah proses persalinan yang begitu panjang ia sempat mengatakan sesuatu yang sangat menyentuh hati ini berbisik pelan ditelingaku.

“Sekarang saya atau rasanya menjadi Seorang Ibu” segera saya memeluk, meski ia tidak mengandung lansung anak, beliau tau rasanya mengurusi seorang Ibu yang sedang Menandung. Perjuangan Seorang Ayah dan Ibu belum berakhir ketika sudah menjadi orang tua karena anak tersebut akan tumbuh menjadi penerus.

Seperti saat ini tanpa terasa tiap-tiap hari ia tumbuh besar sosok anak yang begitu lucu, menjadi sosok yang lebih nakal dan pintar, menangis saat ingin tidur, kecapean, rewel, kepanasan tanpa mau tau keadaan orang tua, tetapi disisi lain saya melihat anak ini tumbuh besar menyadarkan seperti itulah proses menjadi orang tua terutama menjadi seorang Ibu, seringkali saya menantap ke arah Ibuku yang kini perlahan menua dan keriput tersenyum memandang Cucunya saat ini.

Memang benar untuk mengerti menjadi seorang Ibu terkadang seseorang harus terlebih dahulu menjadi Ibu dari anaknya, Mungkin kalian yang ada diluar sana yang saat ini sudah menjadi Ibu mulai memahami apa artinya seorang Ibu, Berjuang untuk anak, melahirkan tanpa mementingkan nyawanya sendiri.

Lebih mementingkan kebutuhan dan hak anak dan menyampingkan Kebutuhan seorang, Ibu. Saat seorang anak tumbuh besar harapan seorang Ibu hanya saja Ia tumbuh menjadi anak Mandiri dan bisa hidup secara mandiri itu sudah sangat membahagiakan. Sementara saat kita kecil sebelum menjadi orang tua dari anak kita, seringkali kita tidak mau tau bersama keadaan orang tua mulai dari meminta uang, meninta sesuatu yang dinginkan harus ada.

Seorang anak akan selalu menghitung seluruh hal yang telah diberikan kepada orang tuanya, tetapi sebaliknya seorang Ibu tidak akan pernah menghitung seluruh hal yang telah diberikan, Ibu tidak pernah menganggap kesulitan saat sesuatu terjadi yang berkaitan bersama anak tetapi menjadikan itu sebagai tantangan yang harus diselesaikan.

Seorang Ibu akan menyembunyikan rapat-rapat rasa sedih atas masalah dan tekanan Hidup supaya kebahagiaan dan senyum seorang anak tidak hilang, Ibu hanya akan memunculkan senyuman bahkan ia mampu membohongi diri sendiri untuk seorang anak. Meski terkadang permasalahan hidup sangat terasa berat tidak akan ada pernah tangis dan sedih seorang Ibu depan Anaknya.

Kesedihan seorang Ibu apabila melihat anaknya sedih, tidak lebih dari itu tidak ada yang mampu membuat seorang Ibu bersedih, tetapi bagi anak apa yang telah diberikan kepada orang tua selalu diingat, perintah orang tua menjadi sesuatu beban untuk dilaksankan, sedikit saja orang tua meminta tolong anak merasa terganggu.

Saat orang tua sakit bahkan sakit keras sekalipun ia tidak pernah mengeluh kepada anaknya, sedangkan anak saat demam saja sudah merengek kesakitan kepada orang tua. Itulah orang tua terutama seorang Ibu, dibalik senyum Ibu terdapat banyak beban yang tersimpan rapi hanya dia yang merasakan tanpa membiarkan anak mengetahuinya. Ia bagaikan Malaikat Utusan Allah yang diperintakan untuk menjaga seorang anak sampai anak itu menggantikan posisi menjadi seorang Ibu dikemudian hari.

saya menyesal selama ini sudah banyak membuat Ibu bersedih, tidak pernah menyadari bahwa hidup seorang Ibu hanya untuk anaknya, saya sangat menyesal karena telat menyadari setelah menjadi seorang Ibu kini saya menyadari betapa luar biasanya Ibu. Bagiku tidak ada Hari Ibu karena beliau akan ada tiap-tiap hari tidak hanya satu hari saja selalu dalam hati ini.

Tetapi hidup seorang anak bukan sepenuhnya untuk Ibunya bahkan kita sebagai anak sering kali tidak mau tau bersama kondisi yang sedang dirasakan oleh Ibu, Terkadang kita hanya peduli saja bersama Istri, Pacar atau Mertua, saat mereka merasa sakit kita bersama cepat mencarikan obat atau memijatnya, sementara saat Ibu Sakit seringkali kita cepat-cepat masuk kamar agar tidak disuruh oleh Ibu untuk membeli Obat.

Terkadang penyesalan dan kesadaran seorang anak telat, jangan sampai hal itu terjadi saat orang tua kita terutama Ibu sudah tiada kita baru menyadari dan merindukan kehadirannya untuk sekedar mencium atau memeluknya. Kita sebagai anak tidak boleh malu untuk memeluk atau mencium orang tua terutama bagi orang tua yang masih hidup.

Kita tidak perlu meminta waktu untuk hidup dan kembali lagi memperbaiki kesalahan hanya sekedar berbakti kepada orang tua, cukup menggunakan waktu yang ada dan segera memeluk dan Menciumnya. Untuk mengerti apa yang dirasakan oleh orang tua kita tidak perlu harus menjadi seorang Ibu terkadang bersama mencoba merasakan permasalahan yang sedang diharapi kita sudah tahu seperti apa persaan Ibu, kalau bisa anak menjadi tempat diskusi memecahkan permasalahan, tau paling tidak kita cukup memberikan sedikit perhatian kepadanya, mungkin beliau tidak akan pernah mengatakan sesuatu, tetapi kita sebagai anak harus mencoba memahami apa yang sedang dirasakan seorang Ibu dari sikapnya.

Seorang Ibu tidak akan pernah menginginkan lebih dari apapun kecuali anak-anaknya yang tumbuh menjadi penerus baru menggantikan tugas dan posisi seorang Ibu. Harapan seorang Ibu adalah agar suatu saat anak-anaknya menjadi Ibu yang jauh lebih baik dari pada dia saat ini. Beruntung kalian yang masih memiliki Ibu jangan pernah malu untuk memeluk dan mencium Ibu.

saya sadar bahwa selama ini saya banyak melakukan seluruh kesalahan yang membuatku menjadi anak yang tidak pernah mengerti perasaan seorang Ibu, dan saya merasa bahwa telat menyadari apa yang sedang dirasakan oleh Ibu, seharusnya jauh sebelum hari ini kesadaran itu sudah dilakukan. Maafkan anak mu yang selalu menjadi anak yang manja dan tidak pernah mau tau keadaan engkau.

saya tidak pandai menulis kata-kata indah atau ucapan keren untuk Ibu yang saya bisa hanya menulis apa yang sedang saya rasakan, memperbaiki kesalahan ku selama ini, dan mencoba menjadi seperti Mu, Ibu, meski harapan Ibu agar anaknya menjadi lebih baik lagi, tetapi bagi seorang anak menjadi seperti Ibu adalah cita-cita seperti yang diharapkan Ibu. Ibu adalah Super Hero yang sesungguhnya.

Semoga saya bisa menjadi seperti Mu, kelak dapat membimbing anak ku seperti saya yang engkau didik, selamat Hari Ibu bagiku tiap-tiap Hari adalah Hari Untuk Ibu, maafkan anakmu yang belum bisa membuat mu bahagia. saya menyayangi mu Ibu meski saat ini saya masih malu untuk mengatakan menyayangi Mu, dan akan saya coba untuk mengungkapkan seluruh kata-kata itu menjadi perilaku. Ini pesan saya sebagai anak yang kini sudah menjadi ibu baru untuk anak ku.

Dear Anak ku mungkin suatu saat engkau akan tau seperti Apa menjadi Seorang Ibu ataupun Orang Tua sekalipun engkau seorang laki-laki akan tetap bisa merasakan, Perasaan Ibu ibarat seperti Kata-Kata ALAM, tidak tertulis secara rinci namun dapat bisa dirasakan dan dilihat bersama bentuk nyata, untuk mengerti sesuatu yang tidak bisa dilihat diperlukan Indera lain seperti perasa, seorang Ibu memiliki sebuah hati penuh rahasia. Untuk mengetahui isi hati seorang Ibu terkadang harus menjadi Ibu lebih dulu, terima Kasih Tuhan engkau telah mengirimkan Maikat Tak Bersayap yang selalu Menjagaku, hingga saya menjadi seperti ini. 

Saat saya mengatakan kata itu kepada anaku, tanpa disadari dibelakang ku Ibu sedang berdiri, ia segera memeluk ku, sambil berkata tidak ada yang bisa dirahasiakan Ibu kepada seorang Anak yang mengerti dan menyayangi bersama Tulus Ibunya. Engkau anakku yang saat ini sudah menjadi Ibu kelahiran bukan sebuah akhir tetapi awal dari kehidupan mu yang sesungguhnya.

Harta yang paling berharga bari orang tua adalah Anak, engkau yang baru memulai kehidupan ini tidak perlu kwatir anak mu akan tumbuh sehebat anda, mendengar seluruh kata-kata itu meski bukan dalam bahasa Indonesia mengingat Ibu saya adalah orang desa rasanya sangat membahagiakan, segera saya menjawab, Terima Kasih Ibu saya selalu menyayangi Mu.

Memang benar apa yang dikatakan Ibu ku, saya baru hanya sedikit sekali mengerti mengenai perjuangan menjadi orang tua, mengingat anak ku saat ini masih berusia belasan bulan saja, masih ada banyak tantangan kedepan, percayalah satu hal seperti apa perlakuan kita kepada orang tua, begitu juga kelak anak kita memperlakukan Kita, semoga kita selalu berbakti kepada orang Tua kita. Sekali Lagi Tidak ada Hari Ibu yang Ada tiap-tiap Hari adalah Hari Untuk Ibu. 

Hari Ibu sering dikatakan sebagai moment tepat untuk bersikap kepada orang tua yang dahulu malu untuk memeluk Ibu saat ini mungkin saat yang tepat untuk melakukan tetapi seperti yang sudah saya tuliskan tiap-tiap hari adalah Hari Ibu. Terima kasih Kepada Ibu yang telah memberikan Hidupnya untuk Hidup ku. saya menyayangi mu, dari anak mu yang tidak pandai menulis kata kata indah, hanya bisa berkata jujur.

Jika saat kita kecil Ibu yang selalu menjaga kita, saat kita dewasa tugas itu beralih kepada kita selain menjaga anak juga mejaga Ibu, tidak hanya Ibu Kepada Ayah pun demikian, semoga kita menjadi anak yang berbakti kepada orang tua. Tugas dan tanggung jawab orang tua perlahan berpindah ke Pundak Kita, jangan jadikan seluruh itu menjadi beban, jadikan seluruh itu bagian dari kebahagiaan hidup ini atas karunia luar biasa kepada kita yang telah diberikan berupa “IBU”. Entah Hari ini, Besok, atau Lusa dan bahkan tiap-tiap Hari adalah Hari Ibu karena beliau akan selalu ada tiap-tiap hari entah itu masih ada ataupun sudah tiada, yang pasti ia akan tetap selalu Ada di Hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *