Puisi Hari Guru Nasional Terbaik

Posted on

Puisi Hari Guru Nasional Terbaik – Hari Guru Nasional 25 Novemver 2015 diperingati bersama hari ulang tahun PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Hari Guru Nasional bukan hari libur resmi, dan dirayakan dalam bentuk upacara peringatan di sekolah-sekolah dan pemberian tanda jasa bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah.

Guru dan pendidikan adalah kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Karena seorang guru seseorang bisa menjadi sosok yang diidamkan dan dicita-citakan. Memperingati Hari Guru 25 Novemver 2018, berikut disajikan puisi-puisi spesial untuk guru.

Guru bukan hanya pahlawan tanpa tanda jasa. Guru adalah seorang pahlawan pendidikan. Menjadi guru adalah sebuah panggilan jiwa. Mereka legowo ditempatkan di daerah pelosok. Tanpa keluhan dan bekerja sesuai hati nurani.

Rasa untaian terima kasih tak cukup terucap secara lisan. Bagi seorang murid, lewat untaian kata seperti puisi rasa syukur itu terucap ikhlas pada sang pendidik. Berikut kumpulan puisi guru yang spesial disajikan di Hari Guru 25 November 2018.

Terimah Kasih Guru “Kaulah pembimbingku Kaulah pengajarku Kaulah pendidikku Guru Itulah julukanmu Yang tak pernah bosan dalam Mengajar dan membimbingku Guru Tanpa dirimu saya akan hancur Tanpa dirimu saya akan sengsara Tanpa dirimu saya akan sesat Guru Terima kasih Atas segala jasa-jasamu”.

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa  “Pahlawan tanpa tanda jasa Ialah Guru Yang mendidik ku Yang membekali ku ilmu bersama tulus dan sabar Senyummu memberikan semangat untuk kami Menyongsong masa depan yang lebih baik Setitik peluhmu Menandakan sebuah perjuangan yang sangat besar Untuk murid-muridnya Terima kasih Guru Perjuanganmu sangat berarti bagiku. 

Tanpamu ku tak akan tahu mengenai dunia ini Akan selalu ku panjatkan doa untukmu Terimakasih Guruku”.   Majulah Terus Siswa Indonesia “Dengar, dengar, dengarlah isi tulisan ini Hanya kepadamu harapan ku sandangkan Hanya kepadamu cita- cita dipertaruhkan Tak ada sesuatu yang tak mungkin bagimu Bangkitlah melawan arus yang terus mendera Kuasailah dirimu bersama sikap optimis.

Paculah laju kudamu sekencang-kencangnya Lawanlah bebatuan terjal yang mengusik di jalanan Ingat, Engkau adalah harapan, engkau adalah masa depan Masa depan ada di tanganmu Harapan terpendam ada di pundakmu Nasib bangsa engkau yang menentukan”.   

Di Antara Dua “Di antara dua, saya harus memilih Entah satu baik atau buruk saya tak bisa berdiri di antara keduanya Dan saya menentukannya Di antara dua, saya harus masuk Entah satu mudah atau sulit saya tak bisa bergelut di antara keduanya Dan saya meratapinya Di antara dua,saya harus berjuang Entah satu manis atau pahit saya tak berhenti meraih satunya Dan saya tak ingin kalah”.   

Pahlawan Pendidikan “Jika dunia kami yang dulu kosong Tak pernah kau isi Mungkin hanya ada warna hampa, gelap Tak bisa apa-apa, tak bisa kemana-mana Tapi kini dunia kami penuh warna bersama goresan garis-garis, juga kata Yang dulu hanya jadi mimpi.

Kini mulai terlihat bukan lagi mimpi Itu karena kau yang mengajarkan mengenai mana warna yang indah mengenai garis yang harus dilukis Juga mengenai kata yang harus dibaca Terimakasih guruku dari hatiku Untuk seluruh pejuang pendidikan bersama pendidikanlah kita bisa memperbaiki bangsa bersama pendidikanlah nasib kita bisa dirubah Apa yang tak mungkin kau jadikan mungkin Hanya ucapan terakhir dari mulutku Di hari pendidikan nasional ini Gempitakanlah selalu jiwamu Wahai pejuang pendidikan Indonesia”.

Pahlawan Pendidikan

Jika dunia kami yang dulu kosong

tak pernah kau isi

Mungkin hanya ada warna hampa, gelap

tak bisa apa-apa, tak bisa kemana-mana 

Tapi kini dunia kami penuh warna

bersama goresan garis-garis, juga kata

Yang dulu hanya jadi mimpi

Kini mulai terlihat bukan lagi mimpi

Itu karena kau yang mengajarkan

mengenai mana warna yang indah

mengenai garis yang harus dilukis

Juga mengenai kata yang harus dibaca

Terimakasih guruku dari hatiku

Untuk seluruh pejuang pendidikan

bersama pendidikanlah kita bisa memperbaiki bangsa

bersama pendidikanlah nasib kita bisa dirubah

Apa yang tak mungkin kau jadikan mungkin

Hanya ucapan terakhir dari mulutku

Di hari pendidikan nasional ini

Gempitakanlah selalu jiwamu

wahai pejuang pendidikan Indonesia

Terimah kasih guru

Kaulah pembimbingku……

Kaulah pengajarku……

Kaulah pendidikku…… 

Guru……

Itulah julukanmu……

Yang tak pernah bosan dalam……

Mengajar dan membimbingku

Guru……

Tanpa dirimu saya akan hancur……

Tanpa dirimu saya akan sengsara……

Tanpa dirimu saya akan sesat……

Guru……

Terima kasih……

Atas segala jasa-jasamu……

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa 

Pahlawan tanpa tanda jasa

Ialah Guru

Yang mendidik ku

Yang membekali ku ilmu

bersama tulus dan sabar 

Senyummu memberikan semangat untuk kami

Menyongsong masa depan yang lebih baik

Setitik peluhmu

Menandakan sebuah perjuangan yang sangat besar

Untuk murid-muridnya

Terima kasih Guru

Perjuanganmu sangat berarti bagiku

Tanpamu ku tak akan tahu mengenai dunia ini

Akan selalu ku panjatkan doa untukmu

Terimakasih Guruku

Guru – oleh Kodikah Muthi’ah

saya pintar karenanya

Dia mengajarkanku

Hingga saya meninggalkannya untuk meneruskan cita-cita

Dialah pengajarku

pahlawanku

Dialah guruku

Wahai guruku

Bagaimana bisa saya balas apa yang telah kau lakukan

saya hanyalah seorang anak kecil

Anak yang ingin menggapai cita-cita

Membahagiakan orang tua yang telah merawatku

Hingga sekarang ini

Ya Tuhan

Mungkinkah saya harus menjadi anak yang baik,sholih,dan pintar

Untuk membahagiakannya?

Kau selalu menjawab pertanyaanku

Walau terkadang kau tak bisa menjawab pertanyaanku

Kau selalu ada di dalam hatiku

Doakan saya dapat menggaaai cita-cita yang saya impikan

Guru

Kau pahlawanku sepanjang masa

Kau selalu terbayang di benakku

Sampai jumpa pahlawanku

saya berjanji menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang

Ketika ku dewasa

saya berjanji menjadi orang yang berguna

Berguna untuk agama

Berguna untuk negara

Dan berguna untuk ayah dan ibuku

Sampai jumpa guruku

Terimakasih wahai guruku atas apa yang telah kau lakukan untukku

I LOVE YOU MY TEACHER

Guru

Guruku…

Terimakasih

Kau telah mendidik kami

Saat kami tak bisa

bersama penuh rasa sabar

Kau mengajariku

Jika guru sedang marah

Bukan tanda tak sayang

Bukan tanda tak peduli

Jasa engkau amatlah besar

Mendidik para tunas bangsa

Rasa terimakasihku amat besar padamu

Puisi Hari Guru 25 November :

Peluhmu Saat Engkau Lngkahkan Kakimu

Tak pernah Kau Hiraukan

Demi untuk menemui kami

Menemui kami yang membutuhkanmu

Membutuhkan ilmu dan Tauladanmu

Oh guruku Kau begitu Muliya

Tak Kan pernah kulupa

Kasih sayang mu sungguh tak terkira

Jalan yang kulalui

Kadang penuh derita namun tak pernah Kau perdulikanya

marahmu Kadang membuat Kami takut

Ancamanmu Kadang membuat Kami Ciut

Namun kami tau itu kasihmu

Itu hanyalah Bentuk kekawatiranmu Pada kami

Yang kadang tak bisa memahami diri sendiri

di Hari ini 25 November ini 

Kami bersyukur Bisa bertemu denganmu

Melihat Wajahmu

melihat senyummu

Dihari ini 25 November Kami Ucapkan

SELAMAT HARI GURU

untuk Pendidikku Yang penuh kasih

Kami sayang Padamu

Biarkanlah perasaan ini selalu bersama kami

I Love U Guruku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *