Novel Online : Novel Kembali Ke Masa Lalu dan Memperbaikinya

Posted on

Novelrw.comNovel Online : Novel Kembali Ke Masa Lalu dan Memperbaikinya – Akhir-akhir ini saya sering merasa ada yang beda dari ku, entah kenapa rasanya hati ini tidak tenang padalah saya merasa semuanya baik-baik saja. Mau melakukan apapun kegiatanya pasti terasa sangat malas pada akhirnya hanya berbaring tidur berjam-jam di kamar, perlahan waktu berganti bersama cepat tidak terasa kadang hari ini berakhir bersama sia-sia tanpa melakukan kegiatan apa-apa.

Sebagai penulis ada beberapa tugas dari penerbet yang harus diselesaikan namun saat berhadapan bersama laptop seluruh blak, seolah dilema tanpa sebab, galau tanpa patah hati, menangis bukan kerna sedih, tertawa bukan karena bahagia, tidur bukan karena mengantuk, lelah bukan karena sibuk bekejer. seluruh terasa hampa tapi bukan karena kekosongan hati.

Novel Online : Novel Kembali Ke Masa Lalu dan Memperbaikinya

Disatu sisi saya merasa bahwa hidup ini bukan hanya berfikir tetapi bagaimana kita merealisasikan mimpi itu bersama segera, apakah seluruh itu yang disebut bersama depresi. Entahlah setelah sekian lama akhirnya saya kembali menulis lagi dalam suasana hati dan mood yang kurang baik. Itulah keuntungan dari seorang penulis mereka bisa mencurahkan seluruh kegelisahan hatinya, sembari menyelesaikan hutang tulisan yang lama tidak saya kerjakan.

Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat dari jam ke jam berikutnya kemudian berganti hari, mungkin tidak lama lagi akan berganti tahun, padahal kita merasa bahwa tahun ini baru saja dimulai. Apakah anda memiliki kegelisahan hati yang sama, jika memang iya berarti kita sama-sama banyak melakukan hal yang tidak berguna, menghabiskan bersama waktu tidak penting, seperti berfokus pada hobby yang tidak bisa menjamin masa depan.

Entah kenapa akhir-akhir ini saya merasa bahwa seluruh terasa sangat berbeda, saya mulai kehilangan semangat berkerja dan lebih banyak memilih bermalas-malasan dirumah saja, padahal ada 2 orang yang menggantungkan hidupnya bersama ku. Kini saya tidak sendiri lagi karena ada Istri dan Anak yang harus saya nafkahi tidak seperti dulu hidup sendiri mau ngapain aja bebas.

Meski seluruh sudah berbeda namun ada hal yang malah bukan semakin meningkat tetapi semakin menurut seperti semangat kerja ku yang semakin drop jika dulu saya bisa menghabiskan sepanjang waktu untuk bekerja bersama semangat luar biasa dan hasil yang diatas target, namun berbeda bersama saat ini bekerja alakadarnya penghasilan hanya cukup saja dan semangat semakin menurun.

saya jadi merasa berdosa bersama anak dan Istri ku, karena Pahlawan Kebanggan mereka tidak lagi sehebat dulu. Perubahan ini terjadi dimulai dari 2 tahun lalu dimana saya pernah mengajari seseorang untuk bekerja sama seperti profesiku sekarang. Dia adalah teman lama yang menginginkan belajar sama seperti ku menjadi seorang penulis.

Tekad kuatnya membuat ku mengajari seluruh yang saya bisa bersama tujuan agar iya bisa sukses lebih dari saya sekarang. seluruh sudah dilakukan bersama cermat, bahkan saya memberikan teknik rahasia yang tidak pernah saya berikan kepada orang lain. Hal hasil 1 tahun belajar apa yang saya berikan seluruh sudah sesuai bersama harapan. Apa yang saya targetkan menjadi kenyataan. Bahkan sekarang ia berlipat-lipat kali lebih sukses dari saya.

Sementara akibat kesamaan teknik dan cara ternyata penerbit lebih menyukai yang populer, bersama kata lain dia (Orang Yang saya Ajari) menerapkan ilmu yang sama bersama ku (Meniru 100%) kemudian setelah itu iya menjadi lebih sukses dari (saya Si Penemu/Original) kemudian jika di analogikan peringkat 1-10 maka saya yang menemukan cara sukses itu berada di peringkat 4 (Empat) sementara dia yang saya ajari berada di posisi 1 (satu).

Hal hasil mereka yang berminat menerbitkan bersama produk sama seperti contoh Novel Cinta maka Penerbit akan lebih memilih mereka yang berada di Posisi peringkat pertama dibandingkan peringkat yang sama bersama katagori Novel yang sama, lebih kurang seperti analoginya. Jika sebelumnya saya bisa bersama santai bekerja tanpa ada saingan, namun sekarang saya harus menghadapi teknik ku sendiri.

Perlahan saya terus mengamati dia tanpa disadari saya mulai meniru cara ku sendiri dari dia. saya merasa bahwa seluruh yang sudah saya lakukan menjadi lubang mengubur karir ku sendiri. Sementara saya menemukan teknik itu perlu perjuangan 4 tahun penelitian, jika saya harus melakukan Inovasi dan mencari teknik lain maka akan memakan waktu sangat lama resikonya adalah kehilangan penghasilan.

Sementara kondisiku tidak seperti saat dulu lagi 4 tahun melakukan riset tanpa penghasilan tidak jadi masalah karena masih sendiri sementara sekarang ada tanggungan yang harus saya nafkahi Anak dan Istri. Mungkin kalian tidak akan begitu mengerti bersama analogi yang saya berikan, lebih sederhananya adalah musisi yang memberikan lagu ciptaannya pada orang lain sebelum dipublikasi olehnya.

Kemudian orang yang diberikan lagu tersebut mempublikasikan karya itu kemudian setelah buming yang dikenal bukan nama anda tetapi nama yang mempublikasikan, seperti itulah lebih kurang. saya merasa bahawa tindakan itu membuat blunder sendiri dalam kehidupan ku, kini saya harus berhadapan bersama teknik ku sendiri, padahal seperti yang saya ketahui bahwa teknik itu hampir tidak memiliki kelemahan.

Untuk bersaing saya akan sangat kesulitan. Jika kalian berada di Posisiku apa kira-kira yang akan kalian perbuat agar kehidupa ku menjadi seperti dulu lagi. Sekarang saya belajar meniru dari si peniru. saya kehilangan jati diri sebagai Penemu dan kehilangan hampir seluruh semangat yang saya punya menempatkan kehidupan ku kembali pada titik 0 lagi. Jika dulu saya bangga bersama didikan ku.

Sekarang seluruh sudah berubah perlahan saya mulai iri dan menyesal bersama seluruh tindakan yang pernah saya lakukan seadanyai dulu saya tidak mengajari dia mungkin kehidupan ku tidak seperti sekarang. Entah kenapa saya tidak bisa terima bersama seluruh ini. Kadang saya ingin mejadi seperti dulu lagi. Sedikit bercerita kebelakang bahwa saya dulu seorang remaja yang tumbuh bersama penuh rasa canda, dan selalu termotivasi untuk melakukan sesuatu.

Jika dilihat dari semuanya padahal sekarang jauh lebih baik, saya hidup dimana serba berkecukupan sementara dulu serba kekurangan. Apakah kehidupan yang serba kurang itu menjadikan ku lebih bisa menerima, karena dia bukan orang pertama yang saya didik dan kemudian sukses banyak sekali orang dilaur sana yang sama itu bukan kali pertama dalam hidup ku.

Dulu jika saya mendidik seseorang kemudian dia sukses lebih dari saya, saya sangat bahagia. Sementara sekarang jika orang yang saya didik berhasil melebihi ku maka yang saya rasa menyesal. Jika dulu saya memiliki pendapat bahwa Rejeki tidak akan tertukar, namun sekarang rejeki ku seret karena orang yang sudah saya ajarkan merebut seluruh rejeki ku.


Dulu bersama sangat mudah saya bisa mengiklaskan seluruh permsalahan baik yang merugikan ku atau sejenisnya. Namun sekarang saya menjadi orang pendendam. Kadang saya merindukan yang dulu sikap ku, seluruh hal baik atas seluruh sikap yang saya lakukan. Apakah saat ini Tuhan sedang memberikan ujian yang sama agar saya ingat bahwa sikapku sudah berubah bersama memberikan beberapa kesulitan ekonomi, sama seperti saat saya dulu lagi.

Jika boleh saya memilih “saya tidak ingin menjadi pribadi yang sekarang dan saya sangat merindukan yang dulu, namun untuk menjadi seperti dulu rasanya kok tidak bisa beberapa kali saya coba untuk mencoba berubah tetapi bayang-bayang itu selalu teringiang-ngiang dalam benak dan pikiran ku. Berbulan-bulan saya mencoba untuk memahami seluruh ini dimana salahnya saya.

Mengapa orang yang saya ajari sekarang jauh lebih sukses dari ku apa benar seperti kata orang bijak bahwa ” Murid akan selalu lebih dari Guru”.  Berbulan-bulan seluruh saya berfikir sampai pada akhirnya saya menemukan jawaban atas seluruh itu, pertama si peniru yang lebih sukses wajar karena ia memiliki banyak waktu untuk menjadi peniru yang baik, kemudian tidak melakukan kesalahan yang sama dari si Penemu karena ia tau apa resiko yang akan dihadapi jika melakukan kesalahan yang sama.

Kemudian konsep yang belum sempat diterapkan oleh saya karena saya sudah kehabisan waktu dan tenaga, sementara peniru punya banyak waktu dan tenaga untuk penerapkan konsep itu, jadi wajar saja bila si peniru lebih sukses dari pada saya yang menemukan. Namun saya ingin mempertegaskan lagi hati ini dan saya sangat mempercayai bahwa “Emas akan Tetap menjadi Emas meski ia berada di dalam lumpur.

Sementara Imitasi tidak akan bisa menjadi sama seperti asli pada waktunya imitasi akan tetap memudar dan menujukan jati dirinya sebagai Imitasi. saya yakin bersama kemampuan yang saya miliki sekarang saya akan menemukan Out The Box lagi, sekarang saya sudah memiliki kemampuan yang lebih baik dari dulu baik dari segi Ilmu, Pengalaman, ataupun strategi.

Yang saya butuhkan sekarang adalah meyakinkan diri ku bahwa seluruh kesalahan yang terjadi bukan karena orang lain melainkan diri ku sendiri, jika saya berfikir dan bertindak lebih dari Si Peniru sudah pasti saya lebih sukses berkali-kali lipat dari dia. Jika orang yang meniru cara ku sukses saja bisa menjadi sangat luar biasa apalagi saya yang merealisasikan semuanya sendiri.

Terkadang saya ingin kembali ke masa lalu, jika suatu saat saya diberikan kesempatan atau ada satu doa yang bisa membuat ku kembali ke masa lalu atau satu doa yang pasti dikabulkan sudah pasti saya akan mencoba untuk memperbaiki seluruh kesalahan yang tidak akan terjadi pada masa sekarang. Seadanya saya diberikan satu doa Yang Pasti Dikabulkan oleh Tuhan saya akan meminta untuk kembali ke masa lalu.

Kemudian saya akan berada disana dan mencoba untuk meminta kepada Tuhan agar saya Bisa “Mengiklaskan” seluruh hal termasuk atas kondisi ku saat ini. saya hanya akan meminta agar saya bisa mengiklaskan seluruh kasus yang sedang saya hadapi saat ini. saya tidak akan meminata lain meski saya bisa kembali ke masa lalu karena bagi tidak akan pernah rugi berbuat baik, yang paling dibutuhkan saat ini adalah agar bisa mengiklaskan seluruh itu.

Sikap ku sudah benar namun yang belum benar adalah cara ku bersikap. Mungkin jika saya mengiklaskan seluruh yang sudah dilakukan akan bernilai pahala bagi kehidupan ku dan tidak akan mengurangi semangat ataupu penghasilan. Meski saya bisa kembali saya akan tetap menjadi seperti sekang karena Masa lalu tetapkan akan menjadi sekarang, waktu sekarang dimana saya berdiri adalah kumpulan masa lalu terbaik yang pernah dilalui dan menjadikan ku sekarang.

Belajar Ikhlas adalah beban berat yang akan diterima bagi siapa saja yang sedang mencobanya, Ikhlas tidak segampang kita menulisnya di Medses, Mungkin saya tidak bisa bisa kembali ke masa lalu namun tulisan ini menjadi sebuah kata yang akan didengar oleh Tuhan agar bisa memberikan Memberikan Satu Doa yang Pasti dikabulkan suatu saat nanti. Berjalan kemasa lalu hanya bisa dilakukan bersama melihat kembali kenang-kenangan yang masih tersipan.

saya ingin menuliskan seluruh kisah ku sekarang agar menjadi kenang-kenangan yang bisa membuatku kembali ke Masa Lalu, selebihnya tidak mungkin terjadi, Tuhan ku Membenci orang yang suka “Berandai-Andai” namun tiap-tiap manusia pasti memiliki harapan dan penyesalan yang tidak bisa dipisahkan. 

Satu perminataan yang akan mengubah hidup seseorang bukan kembali ke masa lalu dan mencoba memperbaikinya, hanya ada satu kali meski kita memperbaikinya kedepan pasti akan melakukan kesalahan yang tidak akan pernah bisa diperbaiki lagi. Saya kira Untuk Satu Doa Yang Pasti Dikabulkan lebih cocok untuk meminta agar saya bisa diberikan ke ihklasan Masa Lalu lalu yang sudah terjadi dan Ihklas menjalani Masa Depan yang akan dilalui.

Doa Kita sudah pasti akan dikabulkan tidak hanya sekali bahkan hampir tiap-tiap doa terkabulkan namun ada yang langsung dan ada yang tidak itu sering tidak disadari. Namun dari tiap-tiap hidup kita sudah pasti ada satu hal yang paling berarti dan kita selalu berdoa untuk doa itu dikabulkan. Kalau Kalian Apa yang akan dilakukan Jika ada satu doa yang Pasti Dikabulkan untuk mewujudkan 1 impian paling berarti dalam hidup anda, ataupun memperbaiki kesalahan terbesar yang sudah dilakukan tulis komentar. Terima Kasih itulah sedikit rasa kegalauan hati yang sedang saya rasakan.


bersama menulis akun menjadi bisa koreksi diri dan menbuat hati merasa lebih tenang  dan lega, setidaknya kita sudah melampiaskan seluruh perasaan yang menjadi unek-unek dalam diri kemudian dikeluarkan dan bisa menjadi pelajaran sebisa mungkin kita harus menjadi orang yang tidak rugi, hari ini harus leih baik dari hari kemarin. Untuk kalian teman ku yang merasa bahwa ketahuilah seluruh yang sudah terjadi bukan kesalahan kalian tetapi itu sudah menjadi kehendak Tuhan.

Kita harus menjadi perantara Tuhan yang baik dan Taat kepada tiap-tiap apa yang direncanakan, Tuhan Maha mengetahui dari tangan kita dititipkan sebuah pesan untuk seseorang, lalu mengapa saya harus merasa tidak ikhlas toh itu bukan punya saya merupakan titipan yang sewaktu-waktu bisa datang dan pergi meski tidak diinginkan, dan tidak datang saat kita sangat menginginkannya. Kembali ke Masa Lalu dan Mencoba Memperbaikinya sama artinya kita menyelesaikan seluruh masalah yang sedang dihadapi sekarang kemudian mencoba untuk Mengikhlaskan semuanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *