Novel Terbaru : Rindu Gus Dur “Toleransi Beragama”

Posted on

seluruh belum terasa seperti penolakan ataupun lainnya, saat setelah tersiar kabar penistaan terhadap AL-Quran seluruh menjadi berbeda, mulai saling jatuhkan antar kelompok sampai bersama aksi balasan, saya kira seluruh akan berakhir apabila yang menuntut sudah mendapatkan tuntutannya namun seluruh kembali pecah, kini giliran pihak lain yang kembali diserang.

Aksi saling serang dari mulai kasus Penistaan Agama sampai bersama Kasus Chat esek-esek menjadi salah satu bentuk aksi saling serang ditambah bersama beberapa kali aksi seperti demo besar-besaran 212 dan seterusnya setelah yang dituntut ponis bersalah giliran aksi 1000 lilin yang kembali muncul bahkan niat untuk menggulirkan aksi balasan kepada pemimpin yang memberi tuntutan sedang dimunculkan.

Mulai dari Pelecehan atribut negera sampai bersama isi chat yang tidak pantas, seluruh itu rangkaian aksi yang membuat saya merasa bahwa kita terlalu sibuk bersama hal yang tidak penting. Belum lagi ditambah bersama Dalang dibalik Internet marketing mereka mendulang keuntungan besar dari kisruh perpecahan ini mengingat ramainya diperbincangkan.

Mereka seolah menjadi bensin yang akan terus menjaga api agar tetap menyala besar, seperti beberapa metode viral membuat konten yang menjadi pusat perhatian terkait bersama hal tersebut sampai bersama ada banyak web yang memposting hal serupa mengenai perbedaan beragama di Indonesia.

Ini bukan sebuah opini atau kritik penas untuk pemerintah, hanya sebuah novel yang ditulis rakyat kecil yang tidak memiliki kemampuan untuk membuat suasana menjadi cair, untaian isi hati yang mungkin di dengar oleh sebagain besar yang sependapat mengenai seluruh ini. Apakah memang harus kita hidup dalam sebuah perdebatan perbedaan Agama atau malah ini yang akan membuat Indononesia mulai terpecah.

Entahlah yang pasti saya sebagai orang Indonesia yang lahir di Indonesia dan angkatan 90an menginginkan yang terbaik, Dari suasana yang seperti sekarang ini terkadang saya Merindukan Sososk KH Gusdur, saya memang tidak mengenalnya dan juga tidak hidup diera beliau namun pesan yang beliau sampaikan masih tetap hidup dalam masyarakat Indonesia.

saya mendengar kisah beliau dari salah satu keturunan China yang ada di Indonesia beliau menceritakan seperti apa Sosok Gusdur dimata mereka, dan saya juga sering mendengarkan cerita mereka yang di dekat Gereja mengenai Sosok KH Gusdur, bahkan KH Gusdur namanya selalu disebut oleh mereka yang beragama Budha.

Saat saya SD beliau menjadi presiden dan saat saya menginjak bangku sekolah menengah atas beliau meninggal dunia, saya benar-benar tidak mengenal secara langsung siapa KH Gusdur Almarhum, bahkan cerita dan kisah kepemimpinan beliau mulai terdengar saat kasus perpecahan NKRI terjadi seperti sekarang ini.

Lagi-lagi saya sebelumnya tidak begitu tau siapa itu KH Gusdur yang saya tau hanya beliau adalah satu-satunya pemimpin bagi seluruh golongan dan seluruh agama. Bahkan saya tidak pernah membaca biografinya secara lengkap sosok beliau dan perjalanan hidup beliau seperti apa, tapi saya merasa bahwa saya lebih mengenal almarhum dan lebih dekat dan kisah beliau selalu hidup dalam tiap-tiap orang.

Bahkan agama lain seperti mereka yang beragama Kongucu, Budha, Katolik, dan Agama lain selain Islam lebih mengenal belau, tidak ada yang mempermasalahkan Agama beliau umat beragama bukan mengenal sosok beliau sebagai pemimpin umat islam di Indonesia tetapi lebih kepada pemimpin umat beragama yang ada di Indonesia.

Jika kita selalu melihat sesuatu hanya dari satu sudut pandang saja tentu pemikiran akan semakin sempit, Jika kita mengatakan bahwa kita orang Muslim menyebut agama lain adalah kafir, hal yang sama akan terjadi agama lain juga berpandangan sama tentu pembahasan seperti itu tidak akan ada habisnya. Urusan agama tidak ada sangkut paut bersama urusan negara.

Seadainya saja kita sebagai umat beragama menjunjung tinggi nilai pancasila dan benar-benar menerapkan nilai tersebut maka tidak akan terjadi seperti sekarang ini, seperti contoh apabila kita merasa bahwa pilihan merupakan hak diri pribadi maka pilih saja sesuai bersama hati tidak perlu berkoar-koar untuk melakukan hal yang menimbulkan perdebatan dan semuanya akan selesai.

Entah kenapa saat ini saya merasa perbedaan agama menjadi salah satu perbedaan yang tabu, jika ingat dahulu saat saya masih sekolah SMA, pernah berpacaran bersama seorang gadis yang mungkin tidak bisa disebutkan namanya karena sekarang sudah menjadi istri orang lain, namun kisah kami tidak akan hilang ia akan menjadi sebuah kenangan indah dan sejarah yang tidak pernah dilupakan.

Kisah ini bermula saat saya mulai diremehkan karena pacar ku sebelumnya tidak cantik jadi menurut teman satu gengku bahwa selera ku rendah dalam memilih pasangan, saat itu saya tidak langsung marah bersama apa yang teman ku katakan, saya hanya tersenyum sendu sambil menahan diri untuk tidak meluapkan rasa marah itu, saya sadari bahwa pasangan ku kala itu memang sangat biasa, ia tidak putih, tidak juga cantik, dan juga tidak tinggi bisa dibayangkan tidak ada yang spesial dari sang gadis.

Namun meski bagi orang sangat biasa namun bagiku dia adalah sosok yang luar biasa membawa saya jadi seperti sekarang, menjadikan ku lelaki keren yang sebelumnya hanya anak culun yang tidak punya teman, ia mengajarkan ku banyak hal mengenai arti cinta, cara bergaul bersama teman, berfikir masa depan, ia adalah sosok wanita yang sangat dewasa meski usianya baru belasan tahun.

saya mencintainya bukan karena tidak ada yang mau bersama ku, karena saya adalah seorang yang sangat berpengaruh disekolah ku, popularitas ada di genggaman, apabila saya menginginkan yang lebih cantik sudah pasti itu masalah gampang tetapi tetap saja saya memilih si gadis, saat itu saya menyebutnya si Hitam Manis, bagiku dia adalah sosok wanita yang sempurna.

Sampai akhirnya kami berpisah setelah masalah kesalapahaman kecil, namun masalah mantan selalu jadi ungkitan masa sekarang, bahkan rata-rata teman dekat ku mengatakan kata pedas seperti “Jika mereka ingin mencari pacar seperti mantan ku itu sudah pasti mereka akan mendapat bersama sangat mudah dan banyak” kata-kata itu yang membuat hati ini rasanya disayat bukan hanya sekali seluruh kata seperti itu terlontar beruangkali.

Terutama ada satu orang yang tidak lain adalah sahabat semakan seminum ku, berulang kali ia mengatakan bahwa memang selera ku dalam memilih pacar rendahan, namun saya tidak pernah merasa dendam yang ada dalam pikiran ku adalah membuktikan bahwa penamilan bukan segalanya saat saya memilih pasangan karena prioritas lebih kepada sikap yang mereka miliki, pembuktian itu terus melekat dalam hati.

Sampai akhirnya saya memutuskan untuk mencari tau siapa orang yang sangat dicintai oleh sabahat ku itu, setelah beberapa minggu saya menemukan salah satu nama sang gadis yang kebetulan merupakan gebetan dari teman ku itu, memang kejadian itu berlangsung berbulan-bulan lamanya hingga saya memiliki kesempatan untuk bertemu siapa sosok gadis itu, ternyata buntut cerita dari gadis lain itu memang sangat panjang.

Diceritakan ada seorang gadis yang sekaligus cewek tercantik yang ada disekolah lain bukan tempat kami sekolah memang sekolah itu sangat elit, jika diibaratkan paras cantinya seperti artis cilik yang populer pada masa itu, usut punya usut ternyata gadis cantik itu merupakan idola para pria disekolahnya termasuk sahabat ku, namun dari sekian banyak pria yang menyukai gadis itu tidak ada satupun yang mendapatkan jawaban iya darinya bisa dibilang bertepuk sebelah tangan.

Itulah nasib sahabat ku, memang saya akui bahwa sahabatku penamilannya sangat luar biasa putih, tinggi, keren dan idolah para wanita disekolah, sayangnya tidak berlaku cintanya pada sang gadis itu, biar ngak bingung kita sebut dia Via gadis cantik yang sangat mempesona, awalnya saya tidak mengenal gadis itu dan tidak tau sama sekali dan juga tidak ada niat khusus untuk mencoba kenal bersama si Via.

Namun takdir berkata lain sebagai seorang ketua osis, saya dipercaya untuk menyusun program kegiatan tahunan dimana salah satunya adalah menyusun, studi banding ke sekolah lain, isi dari studi banding tersebut adalah mengusung tema Softskill dan Akademik, dimana olahraga serta lomba debat menjadi pilihan ditambah bersama pentas seni seperti band dan kesenian lainnya.

Kesempatan berhaga ini tidak saya sia-siakan karena dari 10 sekolah yang dipilih salah satunya adalah sekolah Via dari sana saya mulai menyusun strategi sembari melaksanakan tugas dari sekolah dimana saya mengikuti dan mengisi beberapa acara seperti ketua lomba debat dan ketua untuk studi banding olahraga, hal itu nampaknya memang keberuntungan saat itu berpihak pada ku, ternyata si Via merupakan salah satu Sekertaris Ketua Osis yang ada di sekolah tersebut.

Hal hasil seluruh kegiatan yang berkaitan studi banding disekolahnya tentu dipersiapkan oleh Via dan Tim sementara sekolah kami mempercayakan saya untuk mempersiapkan hal tersebut bersama bersama tim lainnya. seluruh itu berlangsung sekitar 1 bulan pada akhirnya sampai pada hari H yaitu acara Studi Banding Antar Sekolah, di provinsi ku, namun tanggalnya saya sendiri sudah lupa.

Inilah yang moment yang tidak terlupakan karena saat itu tim dari sekolah kami yang dipimpin langsung oleh saya memenangkan debat terbuka disekolah tersebut dan yang menjadi rival adalah sekolah Via si gadis idaman cowok-cowok yang menjadi ketuanya langsung, diakhir kegiatan debat terbuka tanpa diduga si Via mengejarku dari kejauhan.

Ia menyapa bersama keras seperti “Kakak tunggu” nampak lari terburu-buru ternyata ia hanya ingin berjabat tangan dan mengucapkan selamat atas prestasi yang saya raih terutama saat debat bahkan dia mengatakan bahwa saya sangat keren dan mampu membuatanya kagum, ia bersama jujur mengatakan bahwa dia sangat terkesan bersama caraku menyampaikan argumen dan pendapat, dari pertemuan itu saya mulai diajaknya berkeliling sekolah sembari berbincang-bincang.

Namaku mulai terkenal bahkan seluruh mata saat saya diajak berkeliling ditemani oleh gadis yang baru saya kenal yang tidak lain adalah Via gadis paling cantik disekolah itu membuat seluruh orang iri pada ku, padahal saya tidak pernah mengira bahwa ternyata bukan saya yang mengajak berkenalan lebih dahulu malah si gadis.

Padahal kalau melihat dari tampang yang saya punya bagaikan bumi bersama langit, tidak ada yang bisa saya banggakan dari penampilan ataupun harta yang saya miliki, satu-satunya yang bisa saya gunakan untuk mencuri perhatian orang adalah kemampuan dan karismatik ku, nampaknya sejauh ini seluruh itu berjalan bersama lancar bahkan diluar dari perkiraan bersama cepat saya mengenalnya.

Bahkan sesekali saya menggodanya bersama menanyakan mengapa dia sangat terkesan kepada ku sampai-sampai mengajak ku kenalan lebih dahulu padahal ia adalah gadis luar biasa, ternyata alasannya sama bersama ku, dia menilai seseorang tidak hanya fisik atau penampilan semata tetapi lebih kepada sisi lain seperti sikap, perilaku dan kemampuan yang dimiliki.

Pertemuan dan bincang singkat kami tanpa disadari memiliki banyak kesamaan, bahkan seluruh teman satu sekolah terutama cowok menuduh ku mengguna-gunai si Via agar dia suka pada ku, namun seluruh itu tidak begitu saya pedulikan, dalam hati saya hanya berfikir bahwa seluruh rencana yang saya inginkan nampaknya direstui oleh Tuhan bersama sangat cepat.

Bahkan dipenghujung pertemuan kami waktu itu ia sendiri yang meninta konta nomor ponselku, namun waktu itu tadak seperti sekarang sudah banyak gadget murah dan bertebaran, mereka yang memiliki ponsel hanya kalangan elite karena harga ponsel waktu ini setara bersama harga iPhone keluaran terbaru, apa daya saya tidak memiliki ponsel.

Tetapi tidak menyerah begitu saja karena sahabat ku memiliki ponsel ia adalah orang kaya bersama cepat saya meminjang ponselnya dan bertukar nomor hp tanpa diketahui pemiliknya hehe, padahal sahabatku merupakan penggemar terberat si Via, dari sana si Via sering menghubungi ku untuk sekedar berdiskusi mengenai program tahun osis disekolah.

Sebagai perantara sahabat ku, bersama keuntungan itu saya gunakan kesempatan untuk membuktikan kepada tiap-tiap orang terutama mereka yang pernah menghina ku karena selera ku dalam memilih pasangan sangat payah, hal hasil pembuktian itu berhasil dan saya tidak lagi dihina oleh teman-teman ku terutama sahabat ku bahkan ia menarik kata-kata yang dulu mengenai mantan ku.

seluruh target ku berjalan sesuai rencana dan tidak ada lagi tujuan ku, karen hanya satu saya hanya ingin membuktikan bisa mendapatkan gadis yang saya inginkan meski muka ku pas-pasan dan tidak juga kaya, tidak juga putih hanya biasa-biasa bahkan mendapatkan gadis idaman yang tidak bisa didapat oleh banyak orang.

saya kira seluruh sudah usai, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah menjauhi si Via karena terget ku dan pembuktian atas harga diri ini sudah selesai, sebelumnya sesuai rencana tetapi saat saya memutuskan untuk menjauhi Via ternyata hal itu diluar dari perkiraan ku, bahkan diluar dari kemampuan ku, seperti kata pepatah mungkin benar saya sudah terlanjut jatuh cinta.

Apalagi jatuh cinta kepada seseorang yang sangat cantik dan diidamkan banyak laki-laki lain mungkin ada banyak sekali orang mengincar posisi ku saat itu, saya tidak bisa menjauh darinya dan akhirnya kisah kami berlanjut pada hubungan pacaran, dari sinilah saya memulai hidup dari sebuah kisah yang tidak biasa.

Kami memang memiliki banyak persamaan namun ada banyak perbedaan yang menurut kami sulit untuk bersatu, tetapi kenyataan seluruh bisa berjalan harmonis, saya juga tidak pernah menyangka jika si Via adalah gadis non muslim karena saya sering melihatnya di acara sekolah seperti peringatan Isra Mirad, Maulid Nabi, Bahkan acara kultum bulan puasa ramadhan, ia terlihat menjadi panitia penyelenggara.

Memang diakuai bahwa dia aktiv di organisasi osis, namun saya tidak pernah mengira bahwa dia beragama Katolik, bahkan alasan Via membantu teman-teman muslim mereka sangat menyentuh hati supaya mereka yang beragama Muslim dapat menjalankan ibadah bersama khuyuk tanpa memikirkan jadi panitia bahkan seringkali mereka yang beragama non muslim lainnya diajah Via untuk membantu teman-teman muslim baik itu jadi panitia atau penyusun acara.

Terutam mereka cowok-cowok yang dimintai tolong olehnya, meski non muslim tapi tetap saja saling membantu, padahal saya sendiri merupakan salah satu Muslim yang sangat panatik bersama agama selain Islam, tetapi melihat kesungguhan Via saya sangat tersentuh, terkadang dalam hati ini sering terpikir mengapa tidak sekalian masuk Islam hehe sambil berharap.

saya mulai memberanikan diri untuk bertanya kepadanya apakah ia melakukan seluruh itu bersama ikhlas dan Via menjawab bersama tegas dan lembut bahwa seluruh itu dilakukanya bersama Ikhlas, bahkan sangat sering saya bertanya kepada Via mengapa tidak masuk Islam sekalian, jawaban ia sangat sederhana, saya terlahir sebagai Katolik dan itu yang diajarkan orang tua ku dan saya meyakini agama ku tanpa meragukannya.

Tetapi Agama kami mengajarkan untuk berbuat baik kepada siapa saja tanpa terkecuali, rasanya saya ingin menangis menengarkan dia, ia sangat mengimani agama dia yang dibawah dari lahir hingga saat ini namun tidak pernah ragu untuk membantu orang Muslim, kalau boleh jujur jika saya yang diminta untuk melakukan hal sama di Gereja sudah pasti saya menolaknya.

saya mulai mengaguminya bahkan dia tidak pernah diminta langsung seluruh dilakukan bersama ikhlas membantu, awalnya saya merasa sangat panatik bersama agama ku dan menolak keras agama lain namun, dia mengajarkan banyak hal mengenai arti berbedaan, hubungan kami berjalan sangat lama tanpa terasa kami berpacaran 1 tahun, bahkan saya juga mencoba untuk melakukan hal sama menjaga agama kami masing-masing tanpa ikut campur tangan tetapi saling membantu.

Tidak jarang saat hari minggu saya berkunjung kerumahnya dan saat yang sama ia tidak ada yang mengantar untuk pergi beribadah ke Gereja, apun sebagai umat Muslim yang taat tentu berat tetapi melihat ia dan keseungguhan hati sering membantu kami umat Muslim akhirnya hati ini tergerak untuk mengantar bahkan sepulang dari Gereja saya menjemputnya kembali.

Mereka sesama Umat Katolik sangat menghargai ku saat menunggu agak jauh dari Geraja, karena hati ini tetap saja merasa dek dekan saat menengarkan bunyi Geraja namun mereka memahami betul Saya Muslim dan tidak pernah menjauhi bahkan saya diberikan tempat untuk menunggu dilaur Gereja oleh mereka.

seluruh terasa sangat indah, dari sana saya belajar arti perbedaan sesunggunya menjaga keyakinan masing-masing namun tetap saling membantu sesama manusia, itulah banyak hal yang saya dapatkan dari sebuah perbedaan, antar Umat Islam dan Umat Kristen, seluruh berlangsung begitu cepat kami berpacaran tanpa terasa 2,5 tahun bahkan 3 kali puasa Ramadhan saya bersamanya.

Saat saya berpuasa selama satu bulan penuh saya dibangunkan oleh Via membangunkan ku saat sahur meski ia tidak ikut sahur, setelah berlajan beberapa tahun akhirnya jaman sudah mulai berubah saya tidak lagi meminjam ponsel ke sahabat ku karena sudah punya sendiri meski hanya mampu membeli Nokia Cepek itu cukup mejadi saksi bisu atas perbedaan yang kami miliki.

Kisah kami berkahir saat setelah dia masuk kelas 3 SMA Semester 2 ruang IPA orang tuanya memutuskan untuk memindahkannya ke Jogja sedangkan saya tinggal di Palembang jika dia tidak pindah mungkin kami masih bersama, tetapi takdir berkata lain, terkahir kami bertemu lagi setelah 2 tahun berpisah.

Di Kota Palembang ingat sekali saat itu Jumat siang pesawat dari Jogja masuk pukul 11 lewat Via meminta ku untuk menjemputnya di Bandara sementara hari sudah hampir menunjukan waktu sholat jumat bersama bijak ia bersedia menunggu ku setelah sholat jumat dan menunggu berjam-jam di bandara, meski ia non muslim Via sangat menghargai Agama yang saya yakini dan menungkung penuh.

Begitu juga saya sebaliknya urusan agama kami tidak pernah campur adukan biarkah urusan agama menjadi keyakinan masing-masing dan tetapi menjalani apa adanya hubungan ini, namun kisah kisah kami hanya sampai bertemu sampai akhirnya saya membuka beberapa file lama ku hari ini, dan membuka beranda fb Via yang saat ini sudah punya satu anak tapi bukan dari anak ku itu adalah anak dari buah cintanya bersama suami sekarang.

Sementara saya bahagia punya satu anak bersama istriku saat ini, malam pukul dua malam saya menulis ini denga latar belakang melihat file lama, saya menulis ini bukan karena saya merindukan Via berdosa bila saya merindukan orang yang sudah menjadi istri orang lain, tetapi saya rindu bersama cara dia mengormati perbedaan bergama dan suasana seprti itu saya rindukan.

Bahkan Via sendiri yang sering bercerita kepada ku sosok Alm KH Gusdur dimana mereka sebagai keturunan Tionghoa menceritakan sebagai pahlawan yang memperjuangkan kehidupan mereka, dari KH Gusdur lah dia belajar menghargai sesama umat beragama, jadi apabila saya ingat bersama Via dari mana ia belajar menghargai perbedaan, maka salah satunya dari sosok Gusudur.

Kisah ini merupakan kisah nyata kehidupan ku, saya mengenal sosok pemimpin Agama Ku malah bukan dari hanya dari sesama muslim tetapi saya banyak mendengarnya dari Via Seorang Gadis yang saya cintai dulu Non Muslim ia lebih mengenal KH Gusdur Alm dari pada saya yang muslim. seluruh itu mengingatkan ku saat sekarang ini entah masih bisa atau tidak hidup berdampingan dalam sebuah perbedaan namun tetap saling meghargai satu sama lain.

Mungkin jika kita yang sudah pernah melewati hidup di Jaman semasa KH Gusdur Hidup dulu mungkin kalian akan merasakan Hal sama apabila melihat kondisi sekarang ini kita selalu diributkan bersama masalah perbedaan Agama, padahal urusan politik bukan urusan agama. Bangsa Indonesia saat ini terkotak-kotak bersama masalah perbedaan agama. Dalam Hati kecil ini sering berandai-andai meski itu dilarang dalam agama Ku “ISLAM”.

Tetapi itulah yang sedang saya rasakan saat ini Seandainya KH Gusdur Masih ada sekarang mungkin kita tidak akan pernah berdebat bersama masalah perbedaan Agama, Sosok beliau diterima diagama manapun dan diakui mampu mempersatukan seluruh Agama mendengarkan Beliau berbicara, meski tidak akan ada yang bisa menggantikan sosoknya dan tidak akan tergantikan, minimal berharap kedepan ada pemimpin yang mewarisi kemampuan untuk mempersatukan seluruh umat dalam satu yaitu Indonesia dan NKRI. Semoga kisah ku ini bisa mengingatkan bahwa kita ini adalah NKRI jangan sampai dipecah bela bersama kepentingan tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *